Ringkasan Novel “Hari Esok Pasti Akan Tiba”

Posted: December 6, 2012 in Uncategorized

Hubungannya dengan Buku Psikologi, Karya  Jalaludin Rakhmat Bab 4 (Konsep diri) :

Cerita kisah nyata seseorang yang bertahan dari penyakitnya yang kritis, mungkin tidak bisa sembuh total, tetapi Ia mampu bertahan dengan baik hingga Ia menemukan titik dimana Ia mampu menghadapi hari-harinya dengan tersenyum kembali.

Tepat pada tanggal 11 Januari 1950 di Shizuoka, lahirlah seorang anak bernama Yukiko Ezaki, anak dari Chimato Ezaki, hingga Yukiko pun beranjak dewasa. Dimasa kecilnya, Ia adalah anak yang baik, cerdas, dan menggemari olahraga, serta termasuk golongan anak yang aktif. Sosok Ia mulai diingat dan di renungkan oleh ketiga adiknya, mereka empat bersaudara, adik yang kedua bernama Ichiro, adik yang ketiga bernama Fumiko, lalu adik yang bungsu bernama Susumu. Saat itu hubungan mereka kurang harmonis karena masing-masing sibuk dengan kesibukannya. Yukiko pun merasa sakit pada saat pindah sekolah SMA di tokyo, penyakit yang aneh dan tak bernama itu pun muncul seakan merenggut nyawa Yukiko, perlahan Ia mulai merasakan sakit yang tak tertahankan, yaitu seluruh syaraf otot di tubuhnya mulai melemah hingga tak bisa bergerak banyak. Ia mulai memeriksa penyakit keluhannya itu ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa penyakit yang Ia derita sangatlah jarang ditemukan, Ia hanya bisa pasrah dan di umur 19 tahun Ia harus menderita sakit yang memupuskan semua harapan masa depannya. Di umurnya 22 tahun, Ia hanya menghabiskan waktunya dirumah sakit untuk beristirahat yang di tangani oleh dokter Takasu serta kepala perawat dan perawat-perawat lainya yang sabar menangani Yukiko. Setiap hari selama dirumah sakit Ia mencoba menutupi rasa sakit dan kecewa dengan tersenyum, padahal Ia ingin berteriak dan bunuh diri saja, karena Ia merasa sudah tidak berguna lagi untuk terus hidup.

Saat itu yang Ia kerjakan hanyalah menonton tv, makan ditempat tidur, lalu menulis catatan harian, karena Ia mulai putus asa dengan penyakitnya yang semakin hari membuat tubuhnya semakin lemah, hingga akhirnya Ia berinisiatif untuk menulis catatan buku harian dan segala bentuk kekecewaan, Ia tuangkan di buku harian itu. Contoh ini kutipan isi dari catatan hariannya;

Selasa (9 Mei 1972)

Aku merasa tak berdaya. Kalau terus-terusan memikirkan penderitaanku, lama-kelamaan aku hanya akan merusak diri sendiri. Aku ingin mati, tapi bagaimana caranya? Seharusnya saat ini Aku sedang menikmati masa muda yang menyenangkan, tapi yang kudapatkan justru malapetaka, Ah tidak! Aku ngga mau mati. Aku ingin terus hidup! Tapi kalau Aku memang ingi terus hidup, mengapa seolah jalan kematian yang ada dihadapanku? Padahal Aku ingin berjuang untuk terus hidup…..

Selama 8 tahun lebih dirumah sakit, Ia terus disemangati oleh beberapa teman SMP dahulu, yang bernama Toshio dan Kazuo yang selalu memberi motivasi agar Yukiko dapat bertahan menghadapi penyakitnya itu. Ketiga adiknya pun memberi dukungan berupa mental yang baik untuk kesembuhan kakak pertamanya.

Di umurnya 31 tahun, kesehatan Ia mulai membaik dari pada sebelumnya saat masuk rumah sakit. Banyak perkembangan di dalam tubuhnya, itu karena Ia rajin minum obat dan mengikuti semua saran dan perintah dari dokter Takasu, sehingga Ia dapat berjalan dan keluar dari rumah sakit dan mulai menghirup udara segar di bawah langit serta melihat pergantian musim di jepang. Lalu saat keluar dari rumah sakit, Ia pun di jemput oleh kedua orangtuanya pergi menuju Tokyo, karena seluruh keluarga akan menghadiri acara syukuran toko buku yang baru dikelola oleh Ayahnya di Tokyo, yang akan dihadiri oleh para penerbit dan agen-agen toko buku kolega Ayah.

Hari itu Ayahnya berada di Tokyo, Ia mulai ingin mengucapkan terimakasih dan memberikan kado, Ia pun membuat surat kepada Ayahnya. Didalam isi surat tersebut Ia menulis harapan yang Ia miliki jika sudah sembuh, lalu ucapan terimakasih kepada Ayah, Ibu, Ichiro, Fumiko, Susumu, Reiko, Dokter Takasu, dan tema-teman yang telah menjaga dan melindungi Yukiko selama 8 tahun lebih. Di saat itulah hari-hari cerahnya pun mulai menghampiri Yukiko.

Ia ingat pada tanggal 7 September 1981, Ia bertemu dengan mantan guru Aya. Ternyata Ayah Yukiko waktu itu memperlihatkan surat yang Yukiko tulis untuk Ayahnya, lalu saat dibaca oleh mantan guru Ayah, Ia tertarik dan menyarankan Yukiko untuk menjadi penulis cerita anak-anak. Tak lama kemudian Yukiko dikenalkan oleh seorang editor yang akan membantu Yukiko dalam menulis cerita. Karyanya yang berjudul Koneko Muu No Okurimono mulai terbit tanggal 17 Desember 1986, berkat kerja sama teman-teman, buku Koneko Muu No Okurimono dapat dibaca oleh berbagai kalangan. Pada tanggal 30 Maret 1987, Yukiko mendapatkan penghargaan dari lembaga sastrawan Cerita Anak Jepang, dianugrahi sebagai penulis baru yang berbakat. Lalu Ia mulai melanjutkan karya ke dua nya terbit di penghujung Oktober 1987 yang berjudul E-Chan to Koneko Muu, yang berisi tentang kisah kenangan manis Tina yaitu kucing kesayangan Yukiko.

Selanjutnya Ia ditahun yang sama pada bulan November, terbitlah karyanya yang ke tiga yang berjudul Koneko Muu to E-Chan no Tomodachi. Ia juga sempat menuliskan lirik lagu Kanashi Toki (saat bersedih) dan Yuuyake (matahari terbenam) untuk acara paduan suara amal diperuntukan bagi penderita penyakit kegagalan fungsi otot tubuh.

Kesimpulan didalam kisah novel tersebut adalah Yukiko ingin berbagi cerita dan pengalaman hidupnya melawan penyakit yang akhirnya Ia mampu bertahan dengan baik, serta tersirat adanya pesan untuk pembaca, yaitu;

Banyak hal tak terduga yang terjadi dalam hidup ini. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Dalam kondisi seperti yang kualami, aku tak berani berharap pada masa depan yang masih jauh dihapadan. Tapi meskipun begitu, setidaknya aku bisa berharap pada hari esok yang pasti akan tiba.

 

Tokoh-tokoh dan karakteristiknya :

a)    Ayah : Chimato Ezaki, sebagai Ayah dari Yukiko Ezaki, Ia sosok Ayah yang baik dan bertanggung jawab serta mempunyai usaha toko buku.

b)    Ibu : Tidak disebutkan namanya, Ia sosok Ibu yang senantiasa menjaga anaknya yang sedang jatuh sakit dan memberikan perhatian lebih kepada Yukiko.

c)    Yukiko Ezaki : Anak pertama yang berperan sebagai pemeran utama dan sebagai penulis, Ia wanita yang periang, baik hati, tetapi mempunyai rasa putus asa, semangat dan rasa sabar yang tinggi.

d)    Ichiro : Adik kedua Yukiko yang memiliki persamaan bermain dengan Yukiko dimasa Ia masih berumur 5 tahun, ia juga adik yang baik dan peduli terhadap kakaknya yang sedang sakit.

e)    Fumiko : Adik ketiga Yukiko yang dahulu Yukiko sangat iri terhadap Fumiko, tetapi saat itu Fumiko memliki rasa empati dan peduli yang sangat tinggi, serta Fumiko juga yang membangkitkan rasa putus asa menjadi semangat yang baik terhadap kepulihan Yukiko.

f)     Susumu : Adik bungsu Yukiko ini bersifat sama dengan kakak kedua dan ketiga, meski umurnya terpaut jauh dengan Yukiko, Susumu sangat menyayangi Yukiko sebagai kakak pertamanya.

g)    Dokter Takasu : Dokter yang menangani Yukiko dari pertama kali pemeriksaan di umurnya 19 tahun hingga umur 31 tahun sampai perawatan jalan dan selalu sabar menghadapi mental yukiko yang rapuh.

h)   Kepala Perawat : Ketua perawat yang terlihat bersifat galak dan serius, tetapi Kepala Perawat itu mengambil bagian dalam menangani penyakit Yukiko.

i)     Perawat : Perawat yang merawat Yukiko dengan baik dan merawat dengan baik hingga akhirnya Yukiko keluar dari rumah sakit.

j)      Toshio : Teman Yukiko sejak SMP, pada waktu itu Ia mahasiswa kedokteran Universitas Kyoto yang baik serta perhatian mengirimkan sepucuk surat kepada Yukiko

k)    Kazuo : Teman Yukiko dari SMP, pada waktu itu Ia bekerja di Bank dan melanjutkan S-2 di Amerika. Memiliki sifat peduli terhadap teman lamanya yaitu Yukiko

l)     Mantan Guru Ayah : Seseorang yang menyarankan Yukiko untuk menjadi penulis cerita anak di Jepang serta peduli dan menghargai terhadap kreasi karya tulis Yukiko.

m)  Editor Poplar : Seseorang yang membantu cara penulisan serta menerbitkan karya tulis Yukiko kepada masyarakat di Jepang.

 

Hubungannya dengan bab 4 :

Pengaruh faktor-faktor personal pada persepsi Interpersonal

  • Pengalaman : Yukiko yang melawan rasa sakitnya dengan tetap mencoba tersenyum dan bersabar, salah satunya dengan menulis catatan harian yang berisi rasa kekecewaan terhadap penyakitnya, sehingga Ia mampu bertahan walau Ia tak pernah bisa sembuh total.
  • Motivasi : Banyak yang memberikan motivasi yaitu semangat untuk tetap bertahan hidup meski begitu Yukiko melakukan dan mengerti bahwa masih banyak orang terdekat yang masih sayang dan perhatian kepadanya.
  • Kepribadian : Sosok wanita yang dewasa dan mampu mengendalikan rasa kecewanya terhadap penyakit yang dideritanya.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s