Implikasi Perkembangan Teknologi Komunikasi Terhadap Karakteristik Bentuk Komunikasi Interpersonal, Massa & Interaktif

Posted: November 21, 2012 in Teori Komunikasi
Tags:

Perkembangan teknologi di zaman modern ini telah merubah dan kebiasaan manusia menjadi bergantung pada teknologi yang semakin canggih. Perkembangan teknologi juga ternyata mempunyai implikasi terhadap karakteristik bentuk komunikasi interpersonal, massa dan interaktif. Teknologi komunikasi diartikan sebagai perlengkapan hardware, struktur organisai, dan nilai-nilai sosial dimana individu-individu mengumpulkan, memproses, tukar-menukar informasi dengan individu-individu lain.

Sejarah atau fase perkembangan teknologi komunikasi menurut Rogers (1986) ada empat era evolusi komunikasi manusia, yakni era writing, era printing, era telecommunication dan era komunikasi interaktif. Karakteristik teknologi komunikasi baru Interactivity adalah kemampuan untuk ‘talk back’ kepada penggunanya, artinya komponen teknologi elektronik yang ada memungkinkan adanya komunikasi dengan medianya secara automatic atau mechanical reaction, dan atau memungkinkan terjadi komunikasi interpersona melalui media atau ‘ machine assited interpersonal commuication’

Komunikasi interaktif disini komunikan bersifat aktif dan dapat memberikan feedback terhadap informasi yang diterimanya. seperti contoh teori uses and gratification, komunikan bebas memilih informasi yang dia sukai. contoh nyata, seorang penggemar sepak bola akan membeli koran khusus yang membahsa tentang sepak bola saja. De-massified adalah kemampuan untuk menyampaikan pesan “khusus” antar individu dalam audience yang sangat banyak. Mirip bentuk komunikasi antarpersona pada media baru tersebut, meskipun mereka tidak bertemu secara face to face.

Contoh nyata, ketika kita akan memberikan suatu pengumuman rapat kepada suatu kelompok organisasi melalui facebook. pesan khusus yang hanya dimengerti anggota facebook tersebut, memberi tahu secara personal namun audience nya banyak, yaitu anggota kelompok itu sendiri.

Asynchronous artinya kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan pada waktu yang tepat pada individu. Sebagai contoh individu dapat memuka e-mail di mana dan kapan dia suka ‘whenever log-on’.

Karakteristik Komunikasi Antarpersona Menurut Judy C. Pearson (1983) karakteristik dalam Komunikasi Interpersonal ada lima, yaitu ; Komunikasi Interpersonal dimulai dengan diri pribadi (self), Komunikasi Interpersonal bersifat transaksional, Komunikasi Interpersonal mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi, Komunikasi Interpersonal melibatkan pihal-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya dalam proses berkomunikasi, Komunikasi Interpersonal tidak dapat dirubah atapun di ulang.

Komunikasi Antarpersona memiliki arus pesan “one-to-few” yaitu arus pesan itu terjadi dari satu ke beberapa (dibatasi antara dua tiga orang saja) dimana komunikator memiliki pengetahuan  yang jelas atau karakteristik komunikannya. Segmentasi dari komunikasi ini sangat tinggi karena karakteristik komunikasi ini bersifat de-massified, yaitu khusus, hanya sebagian orang saja yang mengetahui arti pesan ini. Banyaknya bahasa non-verbal yang digunakan oleh komunikan juga mempengaruhi tingkat segmentasinya.

Karena anggota komunikasi ini terdiri dari dua tiga orang , maka tingkat interaktifnya tinggi, karena juga melibatkan hubungan antarpribadi, yang berefek pada feedback yang baik dan segera. Penyimpanan pesan (memori) bersifat rendah, karena sifat komunikasi ini tidak dapat dirubah ataupun diulang. Juga tingkat transaksional atau pertukara informasi yang tinggi membuat banyaknya informasi yang masuk sehingga membuat Asynchronity-nya menjadi rendah.

Hubungan sosio-emosi yang tinggi didukung oleh kedekatan hubhngan pribadi, dan kontrol arus komunikasi yang terjadi adalah saling mengontrol dengan tingkat privasi yang rendah. Karakteristik Komunikasi Interaktif dalam berbagi pesan, komunikai interaktif berarus “many-to-many” ,yaitu banyak ke banyak. Dalam komunikasi Interaktif, peserta komunikasi dituntut untuk berinteraksi dan bertransaksi informasi, namun feedback yang diterima kadang terbatas, langsung dan tertunda. Hal ini disebabkan adanya media yang digunakan dalam berkomunikasi. seperti contoh dalam forum diskusi facebook suatu kelompok. informasi yang disebarkan many-to-many namun beberapa anggots forum tidak selalu update dalam forum tersebut, sehingga feedback bisa tertunda. Segmentasinya tinggi, karena dalam komunikasi ini, peserta komunikasi masih dapat berinterkasi langsung kepada sumber informan, meski sumber mungkin memiliki pengetahuan yang sedikit tentang peserta komunikasi tersebut.

Karena komunikasi ini lebih ditekankan dengan menggunakan media,maka berdampak pada penyimpanan pesan-nya tinggi,  hubungan sosio-emosionalnya rendah, dan bahasa non-verbal yang digunakan rendah. Begitu juga dengan kontrol arus komunikasi yang saling berpotensi untuk saling mengontrol dan privasi yang rendah.

Karakteristik Komunikasi Massa mempunyai beberapa karakteristik, antara lainya adalah ; Komunikasi Massa Bersifat Umum : Pesan Komunikasi yang disampaikan melalui media massa adalah terbuka bagi semua orang . Benda-benda yang tercetak , film , radio , dan televisi apabila digunakan untuk keperluan pribadi dalam lingkupan organisasi yang tertutup , tidak dapat dikatakan komunikasi Massa.

Komunikasi bersifat heterogen : Perpaduan antara jumlah komunikan komunikasi massa yang besar dengan keterbukaan dalam memperoleh pesan-pesan komunikasi , erat sekali hubungannya dengan sifat heterogin komunikan.Komunikan komunikasi massa adalah sejumlah orang yang disatukan oleh suatu minat yang sama yang mempunyai bentuk tingkah laku yang sama dan terbuka bagi pengaktifan terhadap tujuan yang sama.

Menimbulkan keserempakan : Yang dimaksud keserempakan adalah keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator , dan penduduk tersebut satu sama lainnya terpisah .

Hubungan komunikator-komunikan bersifat Non-Pribadi : Dalam komunikasi Massa ,hubungan antara komunikator dengan komunikan bersifat non-pribadi , karena komunikan yang anonim dicapai oleh orang-orang yang dikenal hanya dalam peranannya yang bersifat umum sebagai komunikator .

Komunikasi yang arus pesannya bersifat “one-to-many” , dari satu ke banyak, yang sumbernya adalah suatu organisasi dengan sedikit pengetahuan terhadap komunikan, karena komunikasi ini bersifat non-pribadi, dimana segmentasi, atau kekhususan pesan rendah bertujuan agar pesan yang diterima mudah dimengerti meski feedback sangat terbatasan dan tertunda. Hal ini disebabkan banyaknya komunikan yang tingkat sosio-emosionalnya rendah.

Penyimpanan pesan dalam model komunikasi ini rendah, kecuali adanya buku atau komunikasi ini melalui surat kabar. Isyarat yang digunakan dalam komunikasi massa lebih condong atau menggunakan visual. Sedikit kontrol arus komunikasi dari penerima membuat privasi menjadi lebih tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s