Beberapa Ciri-ciri Dari Berbagai Budaya Di Indonesia

Posted: December 6, 2012 in Uncategorized

Budaya Minang : Perbedaan budaya minang dengan budaya lain tidak signifikan tetapi mereka menjunjung tinggi sebuah semboyan “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” yang artinya adalah segala macam ketentuan budaya minang mengarah kepada kitab Allah. Adat kota padang dengan adat daerah lainya berbeda, tetapi tetap saja mempunyai tujuan yang sama, misalnya seseorang berasal dari bukit tinggi tp tidak bisa dikatakan orang padang, karena beberapa ketentuan adat yang dimilikinya ada yang berbeda. Aturan bahasa yang dipakai seperti “kato mandaki” kepada orang tua, “kato manurun” kepada adik, “kato malereang” kepada kk ipar, “kato mandat” kepada sama besar. Dalam segi befikir, orang minang selalu menjunjung tinggi musyawarah.

Budaya Manado : Dari segi sikap biasanya kebanyakan boros / tidak pelit dan biasanya pada perayaan hari tertentu mereka suka menyiapkan sesajian / makanan / tembakau untuk para leluhur mereka. Setiap akan memanggil leluhur pun memakai bahasa asli dari kampungnya / biasa disebut bahasa tanah. Dari segi bahasa pun berbeda, contohnya saja “kitorang” artinya saya, “ngana” artinya kamu, “pakita” artinya kita, “samua no” artinya semua, “nyanda” artinya tidak, “mamaeke” artinya mama saya.

Budaya jawa : Dari segi sikap mungkin kebanyakan orang jawa itu terkenal dengan lemah lembutnya, tuturkata yang sopan tidak menyinggung perasaan orang lain, lalu biasanya santai tapi rajin dalam mengerjakan sesuatu dan bertanggung jawab, bila melakukan percakapan pun menggunakan bahasa yang rendah. Dari segi bahasanya pun unik, karena memliki konteks dan arti yang berbeda, contohnya, “saiki” artinya sekarang, “pinten” artinya berapa, “piye” artinya bagaimana, “kabare” artinya kabar, “kulo” artinya aku, “jenengan” artinya kamu, “ora” artinya tidak, “matur nuhun” artinya terimakasih.

Budaya Sunda : Dari segi sikap kebanyakan nadanya keras / berirama dengan jelas sehingga sangat mudah membedakan budaya sunda.Ternyata sikap orang sunda terletak dari kabupaten yang berbeda, sehingga mungkin banyak yang sulit membedakan dan tiap kota pun berbeda dari segi intonasi nada berbicara. Dari segi bahasanya pun sudah banyak yang mengetahui, contohnya seperti, “naon” artinya apa, “teh” artinya kata pelengkap,, “atos” artinya sudah tetapi jika di budaya jawa mengatakan bahwa “atos” itu artinya keras, itu salah satu bentuk kesalahpahaman di tiap budaya.

Budaya Betawi : Dari segi cara berbicara mayoritas budaya betawi bernada keras dan lantang jika mengutarakan / menyampaikan sesuatu. Dari segi adat istiadatnya seperti roti buaya yang sudah menjadi makanan yang khas dari betawi, lalu ada kerak telor yang masih jadi makanan yang terfavorit khususnya masyarakat asli budaya betawi. Jika tradisi pernikahan biasanya memakai pantun yang berbalas-balasan. Dari segi kebiasaan masyarakat buday betawi memakai peci, kaos, sarung, maka tidak heran kebanyakan menganut beragama islam.

Comments
  1. eci says:

    seru nih.. itu uniknya indonesia. walaupun beda budaya dan bahasa tapi kita tetap bisa menghargai satu sama lain🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s