Berawal dari saat aku dilahirkan dari kedua orang tua yang masing-masing mempunyai kebudayaan yang berbeda & mempunyai ciri khas tersendiri, ayah saya dari pulau samosir, ibu saya dari yogyakarta,  tepat  pada tanggal 28-11-91 lahirlah saya yang diberi nama Charles Parnauli Saragi, saya juga mempunyai 3 orang kakak, jadi total 4 bersaudara. sekitar genap 18 tahun saya menetap menjadi orang bogor, saya beragama Kristen Protestan dan memiliki kartu tanda penduduk serta SIM C. Sebagian kecil cerita saya tentang masuk di sekolah Negeri, tidak pernah masuk dalam sekolah Swasta hingga tingkat Universitas. Berawal saya masuk TK saat berumur 5 tahun. Dari semenjak Play Group atau Taman Kanak-kanak saya selalu bermain dari pagi hingga petang, waktu saya duduk di bangku TK hobi saya  hanyalah bermain  & bermain, terkadang sampai lupa pulang ke rumah & makan. Waktu pun mulai berganti, saya masuk Sekolah Dasar Papandayan 1 kota Bogor, duduk di bangku SD selama 6 tahun dengan otak yang standart hanya bisa berharap & berdoa agar bisa naik kelas dengan kemampuan daya imajinasi yang tinggi. Dengan hanya bermodalkan semangat & doa akhirnya saya lulus SD dengan nilai yang baik. Mulai serius masuk SMP, saya mencoba SMP negeri & ternyata saya lolos masuk di SMPN3 Bogor, selama 3 tahun pun saya mulai sadar akan tugas & pelajaran di sekolah, hingga akhirnya cara bermain saya kurangi agar tidak mengganggu waktu belajar.

Saat memasuki di bangku SMP, saya tertarik akan mengikuti organisasi-organisasi tetapi jika di instansi-instansi pendidikan seperti sekolah, organisasi di sebut dengan ekstrakulikuler atau biasa kita dengar adalah kegiatan tambahan selama belajar di sekolah. Pertama kali waktu di SMP saya tertarik mengikuti ekstrakulikuler Pasus atau biasa disebut dengan Paskib, disaat itu pula saya mendapatakan pengalaman kerjasama, berfikir tidak egois & menjadi 1 rekan kelompok yang interaktif, percaya diri & semangat pun mulai terbentuk. Tak terasa 3 tahun pun berjalan seiring waktu serta cuaca yang semakin panas, saya lulus kembali di bangku SMP dengan total nilai yang baik. Saya pun mulai mencoba mencari-cari SMA swasta, tetapi gagal, maka itu saya coba di SMA negeri, tidak  melalui tes, tetapi memakai nilai NEM, masuklah saya di SMAN8 Bogor & saya percaya bahwa tiap apa yang saya lakukan & saya terima adalah sebuah anugerah yang saya rasakan dengan  nyata. Pengalaman saya mengenal dunia luar yang luas adalah saat saya mulai mengikuti kelompok-kelompok organisasi yang ada di Bogor, tetapi tema yang paling saya suka adalah kesehatan & pergaulan remaja, jadi saya memutuskan untuk mengikuti berbagai organisasi yang berhubungan dengan kesehatan & pergaulan remaja.

Contohnya, Berani Mengatakan Tidak Untuk Masa Remaja Yang Hancur Karena Pergaulan Bebas, Kenali Lingkungan Mu, Katakan Tidak Pada Nakoba, bebaskan Hak Anak Dari Kekerasan, Cermati Teman Dekatmu, Say No To Tobaco, dan masih banyak lagi tema yang sudah saya publikasikan diberbagai sekolah-sekolah & tempat umum bersama rekan-rekan 1 organisasi. Tidak lupa dengan mengundang massa dari semua golongan. Menurut paradigma seorang ahli kesehatan jiwa mengatakan, anak yang labil akan mencari jati diri nya hingga nyawa pun terkadang menjadi tumbal.

Demikianlah cerita biografi saya sampai tingkat SMA yang mempunyai banyak cerita, semoga isi cerita diatas dapat menjadi inspirasi bahwa hidup butuh sebuah usaha untuk memulai dan mencapai keberhasilan yang akan dicapai.

Quote  —  Posted: April 6, 2013 in My Story

MANAJEMEN BRANDING

Pengertian Brand

Brand dapat disebut “pelabelan’. Brand dapat membantu penjualan. Brand berkaitan dengan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk atau layanan, yang diyakini tidak saja dapat memenuhi kebutuhan mereka, tetapi dengan memberikan kepuasan yang lebih baik dan terjamin. Istilah brand muncul ketika persaingan produk semakin tajam dan menyebabkan perlunya penguatan peran label untuk mengelompokkan produk dan layanan yang dimiliki dalam satu kesatuan guna membedakan produk itu dengan produk pesaing.

Salah satu upaya perusahaan untuk melakukan penetrasi pasar dan memperkuat produk dan layanan adalah melakukan branding. Istilah ini cukup popular di kalangan pemasaran karena memberikan efek besar terhadap peningkatan penjualan. Bahkan demi mempertahankan pangsa pasarnya beberapa perusahaan bahkan rela menggelontorkan dana yang tidak sedikit hanya demi menanamkan brand yang kuat di mata masyarakat. Karena memiliki kaitan yang sangat erat dengan aspek finansial maka kemudian istilah merek ini disebut dengan brand equity yaitu Net Present Value(NPV) dari aliran kas masa datang yang dihasilkan oleh suatu merek. Dengan kata lain,brand equity dihitung berdasarkan nilai inkremental di atas nilai yang diperoleh produk atau layanan tanpa merek (unbranded product).

Dalam ilmu akuntansi keuangan merek merupakan aktiva tak berwujud, merek dibangun oleh banyak faktor dan dikomunikasikan melalui iklan dan promosi. Shimp (1997) dalam bukunya Advertising, Promotion, and Supplemental Aspects of Integrated Marketing Communications mengatakan bahwa komunikasi pemasaran (iklan dan promosi) merupakan faktor yang sangat penting untuk membangun merek yang positif. Biaya iklan dan promosi adalah proxy dari merek tersebut. Itulah yang menyebabkan perusahaan rela mengeluarkan anggaran untuk iklan dan promosi yang jumlahnya sangat besar hanya untuk mempertahankan merek yang positif.

Ekuitas merek ini didapat dari posisi pasar strategik merek bersangkutan danconsumer trust terhadap merek tersebut. Trust ini yang kemudian menciptakan jalinan relasi antara merek dan pelanggan sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi risiko pembelian dan mendorong terciptanya preferensi merek, loyalitas merek, dan kesediaan untuk mempertimbangkan produk baru yang ditawarkan perusahaan dengan nama merek yang sama di kemudian hari.

Pada suatu kesempatan sharing session dengan Vice President Telkomsel Area 2 Jabotabek Jabar – Bpk. Irwin Sakti – Beliau mengatakan bahwa Brand memiliki peran penting dalam menjalankan bisnis telekomunikasi nirkabel ini. Ada banyak warna (brand) yang ditawarkan oleh para pemain dalam bisnis ini, ada merah, kuning, biru, hitam, dan warna warni pendatang baru. Tanpa pengaruh brand yang kuat maka pelanggan yang hendak menggunakan layanan Telkomsel akan mudah terpengaruh oleh brand dari pemain lain. Maka dari itu disinilah peran para pemasar untuk menjaga agar warna merah tetap menjadi warna pertama yang dipikirkan pelanggan. Pernyatan beliau ini merupakan penegasan nyata bahwa dengan brand yang mengakar kuat maka bisnis ini bisa tumbuh besar sampai saat ini.

Branding adalah aspek terpenting dalam segala jenis bisnis, besar atau kecil, retail atau bisnis ke bisnis. Sebuah brand yang efektif akan memberikan peningkatan daya saing di pasar. Tetapi apa sebenarnya makna dari “branding” itu? Bagaimana dampaknya untuk usaha kecil seperti yang anda miliki? Merek (brand) telah menjadi elemen krusial yang berkontribusi terhadap kesuksesan sebuah organisasi pemasaran, baik perusahaan bisnis maupun nirlaba, pemanufaktur maupun penyedia jasa, dan organisasi lokal maupun global. Riset brand selama ini masih didominasi sektor consumer markets, terutama dalam kaitannya dengan produk fisik seperti barang. Namun demikian literature merek mulai berkembang pula untuk sektor pemasaran jasa, pemasaran bisnis dan pemasaran online. Bidang kajiannyapun sangat beragam, mulai dari sejarah manajemen merek, brand origin, brand pioneership dan brand name strategy hinggabrand equity, brand extension, brand loyalty, dan global branding.

Branding basics
Sederhana saja, anggaplah brand adalah janji anda kepada pelanggan anda. Hal ini akan menceritakan kepada mereka apa yang bisa mereka harapkan dari produk dan layanan anda, dan ini akan membedakan layanan anda dari yang ditawarkan oleh para pesaing anda.

Brand anda dibentuk dari siapa anda sebenarnya, siapa yang anda inginkan, dan siapa orang yang ingin anda terima. Apakah anda sudah cukup inovatif dalam industri anda, atau telah memiliki pengalaman, atau cukup tangguh?

Apakah produk anda memerlukan biaya yang besar – berkualitas tinggi, atau berbiaya rendah – memiliki nilai yang tinggi? Anda tidak bisa menjadi keduanya, dan anda tidak akan bisa menjadi semua hal untuk semua orang. Siapa diri anda seharusnya berdasarkan kepada beberapa pengembangan terhadap pelanggan yang menjadi target anda dan yang anda perlukan. Pondasi untuk brand anda adalah logo.

Situs web, dan bahan promosi anda, semuanya harus terintegrasi dengan logo anda, dan berkomunikasi dengan brand anda.

Brand strategy
Strategi brand anda adalah bagaimana, apa, dimana, kapan, dan untuk siapa anda merencanakan melakukan komunikasi dan mengirimkan pesan brand anda. Di mana anda melakukan iklan adalah bagian dari strategi brand anda. Distribusi kanal anda adalah bagian dari strategi brand . Dan apa yang anda komunikasikan secara visual dan secara verbal adalah bagian dari strategi brand anda juga.

Brand equity
Konsistensi, adalah strategi branding yang akan menghasilkan modal brand yang kuat, yang berarti akan “memiliki nilai tambah” untuk produk atau layanan anda, sehingga memungkinkan anda untuk mengenakan tagihan lebih banyak untuk brand anda, daripada produk yang tidak memiliki brand.

Contoh yang paling nyata adalah Coke vs soda biasa. Karena
Coca-cola telah membangun kekuatan modal brand yang hebat, maka dia bisa mengenakan harga yang lebih tinggi untuk produknya.

“Nilai tambah” ini berada di dalam ekuitas brand tersebut yang berupa bentuk penerimaan terhadap kualitas atau keterlibatan emosional. Misalnya, Nike selalu menggambarkan produknya dengan atlet terkenal, berharap para pelanggannya akan merasakan keterlibatan emosi seperti atlet dengan produk tersebut. Ini bukan hanya bentuk dan kelebihan dari sepatu itu saja yang membuatnya terjual.

Defining your brand
Menentukan brand anda adalah seperti petualangan untuk mencari jati diri perusahaan. Ini bisa sulit, memerlukan waktu dan tidak nyaman. Ini sangat memerlukan jawaban terhadap beberapa pertanyaan berikut ini:
• Apakah misi untuk perusahaan anda?
• Apakah manfaat dan fitur dari produk/layanan anda?
• Apakah yang dipikirkan oleh pelanggan dan prospek anda tentang perusahaan anda?
• Kualitas seperti apa yang ingin anda tampilkan untuk perusahaan anda?

Lakukan penelitian. Pelajari keperluan, kebiasaan, dan hasrat dari pelanggan yang sudah ada dan calon pelanggan anda. Jangan hanya mengandalkan terhadap apa yang anda pikirkan tentang pikiran mereka. Ketahuilah apa yang mereka pikirkan. Karena menentukan brand anda dan mengembangkan strategi brand adalah rumit, pertimbangkan bantuan dari grup penasihat bisnis kecil yang non profit atau U.S. Small Business Development Center.

Sekali anda menentukan brand anda, bagaimana cara anda membawanya keluar? Berikut ini beberapa hal yang sederhana, berupa tip yang sudah teruji :

• Dapatkan logo yang bagus. Letakkan di semua tempat.

• Tulislah pesan brand anda. Apakah kunci dari pesan brand anda? Setiap pegawai harus peduli terhadap atribut brand anda.

• Integrasikan brand anda. Branding juga meliputi bagaimana anda menjawab telepon anda, apa yang anda ucapkan saat melakukan penjualan di telepon, tanda tangan email anda, dan semuanya

• Ciptakan “suara” untuk perusahaan anda yang mencerminkan brand anda. Suara itu harus diterapkan di semua komunikasi tertulis dan di dalam gambar visual untuk semua bahan, baik online atau offline. Apakah brand anda bersahabat? Konvensional. Apakah mewah? Berusahalah lebih formal. Anda akan mendapatkan inti sarinya.

• Ciptakan tagline. Tulislah yang mudah diingat, penuh makna, dan pernyataan singkat yang menunjukkan inti sari dari brand anda.

• Rancanglah template, dan buatlah standar brand untuk bahan pemasaran. Pergunakan skema warna, logo,
penempatan, dan penampilan secara keseluruhan. Anda tidak harus terlalu mencolok, cukup dengan konsisten saja.

• Jujurlah tentang brand anda. Pelanggan tidak akan kembali kepada anda, jika anda menampilkan milik orang lain, atau jika anda tidak memenuhi janji brand anda.

• Konsisten. Saya menempatkan ini di bagian terakhir karena ini melibatkan semua hal di atas. Ini adalah tip yang paling penting yang bisa saya berikan untuk anda.

Brand Campaign

Branding adalah istilah lain dari kegiatan manajemen kampanye produk dan layanan. Kesuksesan yang diraih oleh kampanye ini didasarkan pada kemampuan tim pemasaran dalam menentukan strategi promosi dan distribusi produk secara simultan. Artinya proses branding merupakan hasil kerjasama yang kompak antara semua bagian terkait, misalnya dalam industri telekomunikasi ini antara team marketing dengan dealer management atau dengan department support.

Dalam prakteknya kampanye branding yang terjadi di Indonesia terjadi dengan begitu frontalnya dan menghabiskan dana dan upaya-upaya extra. Setidaknya ada dua sektor yang menjadi lahan basah dalam persaingan branding di Indonesia ini yaitu industri rokok dan industri telekomunikasi. Dan ini juga terjadi di banyak negara lain seperti yang saya lihat langsung di Malaysia dan Thailand. Karena besarnya dana yang digelontorkan perusahaan-perusahaan itu maka tak jarang perusahaan membutuhkancapital expenditure yang menempati porsi yang sangat besar dalam anggaran belanja perusahaan, meskipun besarnya biaya untuk mempertahankan brand tersebut tidak dapat diukur manfaatnya secara langsung pada masa biaya itu dikeluarkan, manfaatnya bisa dirasakan tahun depan atau beberapa tahun yang akan datang.

Bila kita amati fenomena branding pada industri telekomunikasi sekarang ini kita pun bahkan menggelengkan kepala sendiri. Cara-cara beriklan baik di media cetak dan elektronik maupun di lokasi umum bahkan sudah tidak mengedepankan etika bisnis yang sehat lagi hanya demi mengejar tambahan net add dan revenue. Beberapa operator lupa bahwa selain brand yang melekat dari produk yang ditawarkan mereka ada satu lagi brand yang juga melekat erat dengan perusahaan yaitu brand imageperusahaan. Alhasil yang terjadi adalah image perusahaan di mata masyarakat turun drastis karena produk atau layanan yang ditawarkannya ternyata mengecewakan pelanggan.

Praktek nyata dapat kita lihat ditingkat operasional, rekan-rekan sales dan pemasar atau bagian brand harus kerja ekstra hanya untuk mempertahankan spanduk/layar toko/umbul-umbul atau media promosi lainnya tetap terpasang ditempatnya keesokan harinya. Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa persaingan yang terjadi sudah seperti hukum rimba – siapa yang kuat dia yang menang, hari ini dipasang, belum tentu besok masih ada, atau bahkan sejam kemudianpun belum tentu ada, karena pesaing sudah mengendusnya secara diam-diam. Itulah makanya brand management tidak bisa berjalan dengan baik tanpa strategi yang tepat seperti yang dikatakan  Keller KL (2003) dalam bukunya Strategic Brand Management: Building, Measuring, And Managing Brand Equity.

Beberapa operator bahkan sudah mengalihkan arena branding mereka tidak sekedar di outlet atau jalan lintas lagi, tetapi juga merambah pada tempat umum, tempat hiburan bahkan tempat privat seperti sekolah dan rumah ibadah. Area yang masih sangat eksotis untuk digarap sebenarnya masih banyak, contohnya yaitu komunitas pelanggan, seperti fans club, komunitas hobbi, olah raga, arisan, dll. Hal yang sederhana namun sangat mempesona sebenarnya juga dapat kita lakukan seperti kekaguman saya pada tulisan raksasa Telkomsel yang ada di Batam, namun kali ini kita bisa membuatnya di Puncak – Bogor, Bukit Tinggi, Manado, atau Berastagi – Medan.

Riset Brand Management

Publikasi Equity Research Danareksa yang dirilis pada bulan Januari 2008 mengatakan bahwa Perusahaan sektor telekomunikasi di Indonesia telah memasuki era baru persaingan iklan dan promosi, setiap operator mengklaim dirinya memiliki tariff paling murah. Dibalik kampanye merek yang menggeliat itu ternyata aspek keuanganlah yang sangat terpengaruh olehnya. Hal yang paling berpengaruh adalah pendapatan, struktur tariff yang baru dan besarnya biaya iklan dan promosi atas tariff tersebut adalah cara operator untuk menarik pelanggan baru dan juga pada saat yang bersamaan mempertahankan pelanggan existing. Menurut Danareksa market leader seperti Telkomsel lah yang diuntungkan karena kualitas dan coverage-nya telah unggul terlebih dahulu.

Beberapa lembaga riset secara continue juga melakukan suvey top brand, indikator penilaiannya bisanya menggunakan alat ukur luas pengenalan masyarakat terhadap brand tersebut (mind share & market share) dan loyalitas pelangan untuk tetap menggunakan brand tersebut (commitment share). Hasil survey ini bagi sebagian kalangan dianggap sebagai alat ukur yang tepat untuk menentukan positioning suatu produk di pasaran. Dan bersyukur Telkomsel meraih predikat Outstanding Achievement sebagai merek terbaik pada ajang penghargaan bergengsi Top Brand Award 2008, Predikat tersebut diperoleh berkat keberhasilannya mempertahankan simPATI dan kartu Halo sebagai kartu pilihan utama selama sembilan tahun berturut-turut, dari tahun 2000 sampai 2008.

Beberapa survey top brand yang dirilis lembaga lainnya terkadang juga membingungkan, karena pemenangnya justru brand milik competitor yang lain. Terkadang pula kita meragukan kualitas survey-surveyan itu karena kemungkinan terselip kepentingan para pemilik brand tersebut. Namun meskipun begitu cara-cara survey seperti itu bagi sebagian besar kalangan masih dianggap cara yang paling tepat mengukur ketenaran suatu produk di mata masyarakat.

Beberapa hasil riset tersebut dan kenyataan di lapangan merupakan wujud kerja keras management bersama seluruh karyawan. Kedepan tantangan akan semakin besar, cobaan akan semakin banyak menerpa, bisnis telekomunikasi maupun bisnis dalam sector apapaun akan beranjak pada fase persaingan yang lebih sengit lagi. Tugas para pemasar harus siap siaga dan terus mempertahankan agar warnanya tetap berkibar dan berjaya.

MANAJEMEN CITRA

Dalam perspektif perusahaan, di mana keberlanjutan dimaksud merupakan suatu program sebagai dampak dari usaha-usaha yang telah dirintis, berdasarkan konsep kemitraan dan rekanan dari masing-masing stakeholders. Ada lima elemen sehingga konsep keberlanjutan menjadi penting, di antaranya adalah ; (1) ketersediaan dana, (2) misi lingkungan (3) tanggung jawab sosial, (4) terimplementasi dalam kebijakan (masyarakat, korporat, dan pemerintah), (5) mempunyai nilai keuntungan (Idris, 2005)

Written material. Organisasi secara ekstensif menggunakan material tertulis untuk berkomunikasi dengan publick. Laporan tahunan, catalog, majalah karyawan, majalah alumni, poster,  pamplet,merupakan peralatan material yang sering digunakan. Para pelaksana hubungan masyarakat karus mempertimbangkan fungsi, estetika, dan biaya masing-masing material di atas.

Audiovisual Material and Software.  Pada masa lalu, organisasi membuat presentasi, menjawab pertanyaan, dan mengirim brosur keberbagai kelompok masyarakat untuk menyebarkan informasi. Pada saat ini ,telah memungkinkan dibuat material audiovisual dengan menggunakan  compact disk agar prersentasi lebih efektif dan menarik.

Institutional-Identity Media. Dalam masyarakat yang kompetisinya tinggi, organisasi harus bersaing untuk mendapatkan perhatian publik. Setiap organisasi seharusnya menciptakan identitas visual yang dengan segera bisa dikenali publikIdentitas bisa dibuat dalam seluruh media yang permanen, misalnya logo, alat-alat tulis, catalog, kartu nama, brosur, bangunan seragam, dan lain-lain.

News. Menciptakan berita yang memberikan keuntungan pada organisasi. Penciptaan berita yang menarik dan jujur akan meningkatkan citra organisasi. Pemilihan media untuk menyampaikan berita merupakan hal yang penting., oleh karenanya pemahaman terhadap kelebihan dan kekurangan media penyampai berita akan membantu keputusan pemilihan media yang efektif.

Event. Organisasi dapat memunculkan hal yang layak dijadikan berita dengan menciptakan peristiwa-peristiwa yang menarik perhatian bagi publik sasaran. Pertistiwa tersebut bisa berbentuk konferensi nasional, seminar,  ulang tahun organisasi dan lain-lain. Agar kegiatan tersebut menjadi sumber berita, pihak organisasi perlu mengadakan konferensi pers.

Speechess. Pihak organisasi menyediakan diri untuk menjadi narasumber dalam berbagai acara  baik  di televisi,  radio, seminar.  Demikian juga menjadi sumber berita untuk Koran dan majalah.

Telephone Informational Services. Organisasi menyediakan saluran telepon yang bebas pulsa yang digunakan untuk kepentingan  public sasaran. Penyediaan saluran telepon ini dimaksudkan sebagai cara organisasi  memperlihatkan kepeduliannya kepada masyarakat, misalnya saluran telepon pengaduan.

Personal Contact. Hubungan masyarakat  membangun dan melibatkan kontak antar kelompok baik di dalam maupun di luar organisasi . Kelompok tersebut misalnya dosen, mahasiswa, karyawan, alumni dan orang tua. Interaksi yang mereka lakukan akan memberi kesan tertentu bagi organisasi. Kesan yang mereka buat akan mempunyai dampak yang signifikan pada bagaimana organisasi dirasakan

7 Strategi pemasaran berikut kerap digunakan oleh pakar pemasaran di seluruh dunia. Konon, 7 strategi pemasaran yang akan penulis paparkan tersebut sangat ampuh untuk mendongkrak angka penjualan produk dan jasa. Meskipun tampak benar, 7 strategi pemasaran tersebut sebenarnya tidak baik digunakan untuk jangka panjang:

Sex Appeal

Penggunaan ‘sex appeal’ yang berlebihan dalam pemasaran produk dan jasa Anda dapat merendahkan citra produk dan jasa tersebut. Menggunakan jasa model yang cantik mungkin dapat menarik perhatian dari calon pembeli terhadap produk dan jasa yang sedang Anda tawarkan namun untuk sampai ke dalam tahap pembelian dibutuhkan skill pemasaran yang handal.

SPAM e-mail

Penggunaan SPAM sebagai metode pemasaran produk dan jasa Anda tidak hanya kuno namun juga tidak efektif. Anda mungkin berharap dari 1000 SPAM yang Anda kirim, 100 orang akan berminat membeli produk dan jasa Anda. Andaikan hal tersebut terealisasi, tahukah Anda bahwa ada 900 orang di luar sana yang mungkin akan mengatakan hal buruk mengenai produk dan jasa Anda atau betapa terganggunya mereka dengan SPAM yang Anda kirimkan

Telemarketing

Sama halnya dengan SPAM, penggunaan telemarketing secara berlebihan di mana telemarketer ini dengan gencarnya menelpon para calon pembeli dapat merendahkan citra produk dan jasa yang Anda tawarkan. Hal ini bisa lebih parah apabila seorang calon pembeli ditelpon lebih dari dua kali.

Marketing Bait (Umpan)

Penggunaan marketing bait dalam bentuk gift untuk menarik calon pembeli ke tempat produk dan jasa Anda juga bukan merupakan strategi pemasaran yang jitu. Kombinasi antara salesman dengan marketing bait ini hanya akan membuat calon pembeli menjadi risih.

Abusive Customer Care

Ada suatu pendapat bahwa seorang calon pembeli sebaiknya bisa ditemani oleh seorang staff pemasaran ketika hendak membeli produk dan jasa Anda. Terkadang staff pemasaran ini langsung mendekati si calon pembeli ketika ia hendak melihat-lihat produk dan jasa Anda. Meskipun hal ini tampak baik, namun kenyataannya adalah banyak calon pembeli yang malah menjadi risih. Sebaiknya sediakan tempat tersendiri untuk staff pemasaran Anda ini dan biarkan calon pembeli yang mendekati mereka apabila si calon pembeli tertarik dan memutuskan untuk mengetahui lebih banyak mengenai produk dan jasa Anda.

Undelivered Promise

Ada kalanya staff pemasaran mengutarakan hal-hal manis mengenai produk dan jasa Anda. Apabila hal-hal manis tersebut tidak terbukti, yakinlah bahwa pembeli dari produk dan jasa Anda akan mengutarakan ‘penipuan’ tersebut ke teman-temannya yang lain.

Multilevel Marketing (MLM)

Multilevel Marketing meskipun tidak seburuk yang diketahui oleh masyarakat awam namun berpotensi merendahkan citra dari produk dan jasa Anda apabila tidak dikelola dengan baik. Perusahaan yang menerapkan MLM cenderung menyerahkan penjualan produk dan jasa mereka ke masyarakat umum yang notabene tidak seterlatih staff pemasaran Anda. Pada awal implementasi MLM ini, mungkin produk dan jasa Anda akan mendapatkan momentum nya namun lambat laun akan menghilang dari pasaran.

Manajemen Krisis merupakan serangkaian kegiatan penangan krisis, dimulai dari persiapan dengan menitikberatkan pada perencanaan dan penanganan dimasa krisis, sampai dengan pasca krisis. Manajemen krisismensyaratkan adanya perencanaan, dimaksudkan agar ketika krisis terjadiorganisasi bisa menerapkan dan mengembangkan perencanaan sesuai dengansituasi dan kondisi, dandiharapkan dampak negative yang ditimbulkan dapatdiminimalisir

Menurut nurut Rosadi ruslan (Rosadi Ruslan, 1999 : 102) terdapat tiga aspek dalam manajemen krisis:

Aspek Mekanisme : manajemen krisis dalam penanganan humas yaitu mulai dari perencanaan, penyelidikan

Fack Finding : dan pengidentifikasian atau pengenalanterhadap gejala-gejalatimbulnya suatu krisis. Kemudian diikuti dengan persiapanmatang dan penyusunan organisasi melalui posko yangdibentuk untuk mengambil tindakan tertentu, baik programjangka pendek maupun jangka panjang

Aspek Dinamika : yaitu manajemen krisis dalam humas tersebut melakukankoordianasi dalam pengendalian atau mencegah agar dampak negative dari peristiwa krisis tersebut tidak meluas. Disamping itu manajemen melakukankomunikasi efektif, serta membuka atau mengendalikan saluran informasi bekerjasama dengan pihak pres dan berupaya memperbaiki kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan oleh krisis tersebut.

Aspek Menjaga Hubungan : yang baik dengan berbagaikalangan atau public internal dan publiceksternal :

1.      Tetap memantau atau memperhatikan berita-berita yang muncul diberbagaimedia massa, opini atau pendapat masyarakat.

2.      Menjaga keharmonisan, suasana, kondisi, situasi yang selalu tetap tenang dan positif.

3.      Berupaya tetap mempertahankan citra dan kepercayaan public terhadaplembaga atau perusahaan.

4.      Selalu menyampaikan laporan. (Progress report) : terbaru atau informasi perkembangan mengenai krisis tersebut, memberikan sumbang saran, ide dangagasan dalam mengatasi atau pengendalian suatu krisis yang sedang terjadikepada pimpinan perusahaan atau ketua tim pengendalian krisis.5. Mengevaluasi semua aktifitas atau program kerja, pengendalian krisis tersebut baik secara kualitas maupun kuantitas.

 

—  Berbagai kenyataan tentang Reputasi The Three M’s of Reputations Management (Van Riel)

—  Reputations Matters (reputasi itu penting)

—  Reputation can be measured (reputasi itu bisa diukur)

—  Reputations has to be manage (reputasi itu harus dikelola)

—  Reputasi dalam lingkup organisasi dapat dikatakan :

—  Apa yang diingat masyarakat tentang organisasi

—  Apa yang diidentifikasikan masyarakat tentang organsiasi

—  Yang harus dilakukan organisasi dalam mengelola reputasi (W. Noeradi)

—  Menyebarkan informasi lebih banyak

—  Menyederhanakan informasi

—  Memberikan informasi yang konsisten

—  Menjangkau para stakeholders baik stakeholder interal maupun eksternal

 

Manajemen adalah salah satu hal yang diperhatikan ketika kita membicarakan tentang organisasi. Dalam setiap step manajemen, komunikasi mengambil peranan didalamnya. Manajemen itu sendiri merupakan kebiasaan yang dilakukan secara sadar dan terus menerus dalam membentuk organisasi.  James A.F. Stoner  mendefinisikan “Management is the process of planning, organizing, leading and controlling the effort of organization members and the use of other organizational resources in order to achieve stated organizational goal”

Dari definisi diatas dapat dijabarkan dalam 4 fungsi spesifik dari manajer yaitu Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Leading (kepemimpinan), dan Controlling (Pengendalian).

Planning atau perencanaandapat diartikan memikirkan sebelumnya apa yang akan kita kerjakan dengan sumber daya yang ada dalam organisasi. Pembuatan perencanaan yang teratur dan logis, sebelumnya membutuhkan kebijakan terlebih dahulu sebagai petunjuk atau pedoman untuk langkah selanjutnya. Oleh karenanya membuat perencanaan itu melalui proses pemikiran secara matang segala sasaran dan tindakan berdasarkan pada beberapa rencana atau logika, bukan dengan perasaan.

Rencana merupakan pedoman sebuah organisasi memperoleh dan menggunakan sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan, supaya anggota organisasi melaksanakan aktifitasnya yang konsisten dengan tujuan dan prosedur yang sudah ditetapkan serta untuk memonitor dan mengukur kemajuan untuk mencapai tujuan, sehingga tindakan korektif dapat dilakukan apabila kemajuan tidak memuaskan.

Organizing atau pengorganisasian adalah proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan, wewenang dan sumberdaya organisasi sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.

Leading/kepemimpinan meliputi kegiatan mengarahkan, mempengaruhi dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas. Kegiatan memimpin ini menyentuh hubungan manager dengan setiap orang.

Controlling atau pengendalian adalah proses mengkoreksi apa yang telah dilakukan. Pada proses ini akan diukur dan dievaluasi hasil kerjanya, apakah sudah sesuai dengan rencana yang dibuat dan mencapai tujuan yang diharapkan atau tidak. Jika belum, akan dicari kelemahan atau penyebab gagalnya, kemudian diperbaiki dan membuat planning (rencana) baru.

 

Manajemen Krisis

Sangat signifikan mengkaji keadaan sejumlah organisasi sewaktu kecelakaan dan bencana besar. Bagaimana mengatasinya ditengah krisis yang memengaruhi, bagainaman perasanannya selama bertahun-tahun terhadap kejadian ini. Poor handling of events (penanganan kegiatan-kegiatan untuk kaum miskin) besar-besaran yang dilakukan Coca Cola di eropa ternyata menimbulkan masalah. Dow Corning’s Silicon menimbulkan kontroversi operasi pembesaran buah dada dengan silicon. NASA’s Shuttle disaster (menimbulkan bencana yang gagal mengorbitkan pesawat luar angkasa) atau kasus kapsul Tylenol yang mengandung racun dan menewaskan konsumen. Kecelakaan dan bencana tidak hanya melumpuhkan reputasi organisasi atau perusahaan, tetapi juga dapat menyebabkan krisis moneter atau keuangan yang sangat parah.

Dalam beberapa kasus, seperti ValuJet’s Evergladesh Airline mengalami kecelakaan pesawat, peristiwa ini menjadi studi kasus dalam penelitian (Seitel, 2001: 211).

Setiap organisasi atau perusahaan tidak cukup hanya memiliki pengalaman dalam mengelola krisis, tetapi ketika berhadapan dengan krisis, terdapat 7 tanda-tanda yang akan tampak:

1.      Surprise. Sewaktu krisis terjadi, biasanya tidak memiliki harapan, apalagi dengan terjadinya bencana alam, seperti tornado (angina topan) atau hurricane (angina beliung atau angin ribut). Kadang-kadang bencana juga diakibatkan oleh ulah manusia, seperti perampokan, pencurian atau kehiangan besar-besaran tentang sesuatu. Sering kali, pertama kali seseorang professional PR belajar terhadap suatu peristiwa, ketika itu megundang media dan meminta untuk mengetahui apa tindakan yang segera harus diambil.

2.      Insufficient information. Banyak penyebab bagaimana suatu pertistiwa terjadi. Rumor fly (tersebarnya rumor, desas-desus, kabar angin, atau selentingan), chat room (obrolan diruangan) dapat menjadi suatu kisah kehidupan. Wire services (layanan kantor berita tanpa kabel) untuk mengetahui mengapa saham persuahaan nilainya jatuh. Hal ini sulit untuk mendapat pegangan setiap saat sesuatu bakal terjadi.

3.      Escalating event. Meluasnya krisis. Stock exchange (pasar bursa atau bursa efek) adalah tempat untuk mengetahui apa yang terjadi dalam perusahaan. Sementara rumor semakin menjadi-jadi, informasi yang sebenarnya sulit untuk diperoleh. Anda ingin merespon dengan cara rapi atau tertib, tetapi berbagai kejadian berlangsung secara cepat.

4.      Loss control. Meningkatnya pertumbuhan events (peristiwa-peristiwa) adalah sesuatu yang terjadi secara simultan. Kisah keliru dari wires, kemudian menjadi berita di surat kabar dan majalah dan kemudian disiarkan pula di radio dan televisi. Sebagaimana kasus adanya tikus dalam the Coors, menimbulkan rumor yang tidak mudah untuk dikendalikan.

5.      Increase outside security. Media, stockbrokers  (pialang saham) talk-show host menjadi konsumsi public umum sering dikaitkan dengan rumor. Biasanya para politisi dan para pengamat membantu menetralisasi rumor ini dengan membahas apa yang sebenarnya terjadi. Media meresponnya, dan para investor meminta jawaban. Para pelanggan harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

6.      Siege mentaly. Organisasi atau perusahaan dikelilingi para pengacara untuk konsultasi. “sesuatu kita mengatakan akan mengatasi masalah ini.” Paling mudah sesuatu itu dikerjakan degan mengatakan tidak ada, tetapi sesuatu itu masih dirasakan.

7.      Panic. Runtuhnya dinding dan bocornya kayu penyumbat akan menimbulkan rasa panic. Dalam suatu lingkungan, sulit meyakinkan manajemen untuk mengambil tindakan dengan segera dan mengkomunikasikan apa yang sebenarnya terjadi (Seitel, 2001:211-212).

Emapat perencanaan paling penting dalam sebuah krisis untuk menghadapi media:

1.      For each potentially impacted audience, define the risk. Racun dalam pil, kapsul atau tablet akan membuat anda sakit. Perusahaan atau pabrik tutup, dan akan membuat anda kehilangan pekerjaan. Para pemegang saham menarik kembali sahamnya sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat. Semua itu adalah contoh sebuah resiko yang harus dipahami atau direnungkan sebelum membuat kerangka crisic communications (komunikasi krisis).

2.      For each risk defined describe the action that mitigate the risk. Kita menarik kembali produk. Kita sedang mempelajari kemungkinan penutupan perusahaan atau pabrik. Jika anda melakukan pekerjaan yang cukup kredibel dalam melihat sebuah resiko, public harus lebih yakin terhadap solusi yang anda ambil.

3.      Indentifi the cause of the risk. Jika publik mempercayai anda mengetahui apa penyebab kesalahan, mereka sepertinya akan lebih menerima apa yang akan anda lakukan segera untuk memecahkan masalah. Disitulah mengapa orang-orang menggunakan kembali jasa penerbangan setelah perusahaan penerbangan tersebut mengalami kecelakaan. Selain itu, jika organisasi atau perusahaan mendukung untuk mengidentifikasi penyebab masalah, liputan media tentang krisis akan lebih berimbang (balance)

4.      Demonstrate responsible management action. Pada dasarnya, fase perenacanaan adalah melakukan pengendalian situasi. Tentu saja sebelum terjadinya krisis, mengendalikan sesuatu yang hilang. Sangat baik bagi perusahaan-perusahaan menggunakan garis komando sebelumnya dan sebagai orang yang ahli jangan bersikap diam. Ajaklah orang-orang untuk memahami organisasi atau perusahaan yang memiliki rencana dan implemantasi yang meyakinkan mereka bahwa anda memiliki kejelasan secara internal dari apa yang menjadi fokus masuk ke market place (tempat pasar) untuk mencapai konstituen atau khalayak utama (Seitel, 2001: 212)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Handbook of Public Relations/Pengantar Komprehensif/Dr. Elvinaro Ardianto, M.Si.

http://ahlimanajemenpemasaran.com/2011/05/prinsip-dalam-branding-brand-management/

http://harrysimbolon.wordpress.com/2008/10/28/brand-management/

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20manajemen%20citra&source=web&cd=15&ved=0CDAQFjAEOAo&url=http%3A%2F%2Fxa.yimg.com%2Fkq%2Fgroups%2F23328804%2F1574638246%2Fname%2Fmodul1-reputasi-endri.br.doc&ei=LTr8Ts_WIMforAe1_rXiDw&usg=AFQjCNFW_PvVCSp8sodClyzkP1LMm4ZvbA

http://www.scribd.com/doc/60103640/Manajemen-Krisis-Pt-Pertamina-Persero-Bab-1

http://www.ojimori.com/2011/09/27/peran-public-relations-pr-dalam-membangun-citra-perusahaan/

http://rifkifahmi.com/2011/12/7-strategi-pemasaran-yang-merendahkan-citra-produk-dan-jasa-anda/

 

Artikel

Penulis : Charles. Parnauli. Saragi.

Universitas Padjadjaran, Fakultas Ilmu Komunikasi, Jatinangor, 2012

Kehidupan individu dan masyarakat kita didasarkan pada asas ekonomi. Ini berarti institusi-institusi politik, pendidikan, agama, dan sebagainya bergantung pada tersedianya sumber-sumber ekonomi. Juga berarti bahwa institusi ini tidak dapat bertentangan dengan system ekonomi. Dasar ekonomi ini dilihat Marx sebagai “infrastruktur” diatas “suprastruktur” sosial dan budaya yang lainnya dan harus menyesuaikan diri dengannya.

Pusat perhatian Marx adalah pada tingkat struktur social, bukan pada tingkat kenyataan social budaya. Marx memusatkan perhatiannya pada cara orang menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisiknya, juga melihat hubungan-hubungan social yang muncul dari penyesuaian ini dan tunduknya aspek-aspek kenyataan social dan budaya pada asas ekonomi ini.

Riwayat Hidup Marx

Marx berasal dari keluarga rabbi Yahudi, tetapi ayahnya memutuskan untuk masuk Protestan demi kariernya. Bagi Marx sendiri, kepercayaan-kepercayaan agama tidak memberikan pengaruh paling penting terhadap perilaku, tetapi kepercayaan-kepecayaan agama itu mencerminkan factor-faktor social-ekonomi yang mendasar.

Saat marx pindah ke Universitas Berlin, beberapa unsur dasar teori sosialnya mulai dibentuk sebagai akibat hubungannya dengan kelompok Hegelian muda. Seperti Hegel, Marx tetap menggunakan analisa dialektik yang meliputi kepekaan terhadap kontradiksi-kontradiksi internal dan perjuangan antara ide-ide lama dengan ide-ide baru serta bentuk-bentuk social, tetapi dia menolak idealisme filosofis dan menggatikannya dengan pendekatan materialistik.

Sesudah menyelesaikan disertasi doktornya, Marx menjadi pemimpin redaksi surat kabar borjuis liberal yang bernama Rheinishe Zeitung. Daripada hanya mendukung gerakan-gerakan borjuis, dia memperjuangkan gerakan-gerakan petani dan orang miskin. Setelan menikah, dia dan mempelai wanitanya pindah ke Paris.

Selama tinggal di Paris, Maex terlibat dalam kegiatan-kegiatan radikal. Tanggapan Marx terhadap ide-ide radikal ini dipengaruhi oleh keyakinak yang sudah dia kembangkan dalam hubungannya dengan kaum Hegelian muda. Keyakinan-keyakinan ini akhirnya membuat dia menolak asumsi bahwa penyalahgunaan system kapitalis yang meluas itu dapat dihilangkan oleh suatu perubahan sosialis yang hanya didukung oleh elit intelektual.

Selama Marx masih di Paris, dia bertemu dengan Friedrich Engels yang menjadi kawan kerja yang dekat sampai Marx meninggal. Mereka memulai karya mengenai suatu interpretasi komprehensif tentang perubahan dan perkembangan sejarah sebagai alternative terhadap interpretasi Hegel mengenai sejarah. Dalam interpretasi mereka, kondisi-kondisi materil dan hubungan-hubungan social yang muncul dari kondisi-kondisi itu merupakan dasar perkembangan intelektual yang mendorong perubahan sejarah, bukan munculnya ide atau pertumbuhan akal budi.

Merx diusir dari Paris karena tekanan dari pemerintah Prusia yang terganggu oleh tulisan-tulisan Marx yang berbau sosialis. Akhirnya Marx tinggal di Brussel diamana dia tenggelam dalam kegiatan-kegiatan sosialis internasional.

Setelah melewati berbagai macam kegiatan-kegiatan sosialis internasional, Marx akhirnya menetap di London. Karya yang paling penting dihasilkan Marx selama tinggal di London adalah Das Kapital. Secara keseluruhan, pusat perhatian Das Kapital adalah kontradiksi internal dalam sistem kapitalis. Das Kapital adalah usaha Marx untuk memberikan suatu analisa sejarah yang obyektif dan jangka panjang mengenai kekuatan-kekuatan dialektis dalam kapitalisme yang menjamin kehancuran terakhir. Karyanya itu juga dimaksudkan sebagai satu kritik terhadap teori-teori ortodoks mengenai ekonomi politik, dengan asumsi-asumsi individualistiknya, implikasi-implikasi politik laissez-faire-nya, serta optimismenya yang bersifat naïf mengenai konsekuensi-konsekuensi jangka panjang yang menguntungkan dalam suatu pasar bebas yakni ekonomi kapitalis.

Materialisme Historis Marx

            Dari The Comunnist Manifesto dan Das Kapital, secara tradisional telah diasumsikan bahwa tekanan utama Marx adalah pada kebutuhan materil dan perjuangan kelassebagai akibat dari usaha-usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini.

Marx sangat menekankan pentingnya kondisi-kondisi materil yang bertentangan dengan idealisme Hegel, tetapi dia tidak menyangkal kenyataan kesadaran subyektif atau peranan penting yang mungkin ikut menentukan dalam perubahan social.

Kelemahan-Kelemahan Filsafat Abstrak Tradisional

Tekanan Materialisme Marx harus dimengerti sebagai reaksi terhadap interpretasi idealistic Hegel mengenai sejarah. Marx menolak filsafat sejarah Hegel karena menghubungkannya dengan evolusi ide-ide sebagai suatu peranan utama yang berdiri sendiri dalam perubahan sejarah. Dalam pandangan ini, teori-teori idealistic, seperti teori Hegel, mengabaikan kenyataan bahwa ide-ide tidak ada secara terlepas dari orang-orang yang benar-benar hidup dlam lingkungan materiil dan social yang riil.

Pemikiran tentang sifat dunia ide sebagai kekuatan yang berdiri sendiri terpisah dari kondisi-kondisi materil praktis, tumbuh dari pemisahan antara pekerja kasar dan pekerja otak.

Konsep materialis Marx untuk pertama kalinya dijelaskan dalam The German Ideology. Tema pokok ndalam karyanya ini adalah bahwa perubahan-perubahan dalam bentuk-bentuk kesadara, ideology-ideoligi, atau asumsi-asumsi filosofis mencerminkan perubahan-perubahan dalam kehidupan social dan materil manusia. Namun demikian, dunia kesadaran subyektif dan ide-ide budaya, tidak hanya suatu cerminan lingkungan materil dan social.

Penjelasan Materialistis Tentang Perubahan Sejarah

Penekanan Materialistis ini berpusat pada perubahan-perubahan cara produksi materil sebagai sumber utama perubahan social dan budaya. Perubahan-perubahan ini dapat muncul dari usaha-usaha untuk meningkatkan strategi-strategi yang ada dalam menghadapi lingkungan materil dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan baru yang muncul dengan lebih efisien.

Dalam The German Ideology, Marx menelusuri prubahan-prubahan utama kondisi-kondisi materil dan cara-cara produksi di satu pihak  dan hubungan-hubungan social serta norma-norma pemilikan di lain pihak. Maksudnya adalah untuk menunjukan bahwa manusia menciptakan sejarahnya sendiri selama mereka berjuang menghadapi lingkungan materilnya, tetapi kadang kala kemampuan manusia untuk menciptakan sejarahnya sendiri itu di batasi oleh lingkungan materil yang sudah ada.

Visi Marx mengenai masyarakat komunis masa depan sangatlah idealistis. Dia tidak menganjurkan hancurnya dasar materil yang diberikan oleh kapitalisme borjuis, tetapi dia mengangan-angankan pemilikan daya-daya produksi masyarakat secara komunal, dan suatu distribusi yang lebih merata yang didasarkan pada kebutuhan manusia, bukan kerakusan borjuis.

Infrastruktur Ekonomi dan Suprastruktur Sosio-Budaya

Seperti yang telah kita ketahui, individu terpaksa mengubah lingkungan materilnya melalui kegiatan produktif untuk dapat bertahan hidup. Tetapi alat-alat produksi tidak tersebar merata di masyarakat. Ini berarti mereka yang tidak memiliki alat produksi,harus menjalin hubungan social dengan yang memiliki. Hasilnya adalah, suatu diferensiasi anggota-anggota masyarakat dalam kelas-kelas social-ekonomi.

Tekanan yang terus dikemukakan Marx adalah struktur ekonomi masyarakat (alat produksi dan hubungan social dalam produksi) merupakan dasar yang sebnarnya. Semua institusi social lainnya didirikan atas dasar ini dan menyesuaikan diri dengan dasar ekonomi ini.

Akibat-akibat “Kesadaran Palsu” dalam Mendukung Struktur Ekonomi

Fungsi ideology yang mengganti dan menyesatkan itu sangat jelas dalam analisa Marx mengenai agama. Marx mengemukakan bahwa tekanan agama tradisional pada dunia transenden, nonmaterial, dan harapan akan hidup sesudah mati, membantu mengalihkan perhatian orang dari penderitaan fisik dan kesulitan materil dalam hidup ini. Tambahan, cita-cita agama tradisional adalah membalikan prioritas-prioritas alamiah dengan mengemukakan bahwa penderitaan dan kesulitan mempunyai nilai rohani positif bila dijalankan dengan sabar. Kekayaan materil, status duniawi, dan kekuasaan dilihat sebagai ilusi yang fana dan sangat berbahaya untuk kesejahteraan rohani individu dan pahalanya kelak. Ini merupakan dasar sindiran Marx yang tajam mengenai agama yang merupakn “candu bagi manusia”.

Marx juga menggunakan tipe analisa yang sama dalam mengkritik ideology-ideoligi politik dan struktur negara. Marx melihat Negara sebagai suatu kompensasi terhadap ketegangan-ketegangan yang muncul dari pembagian kerja. Dalam kekuasaannya dalam menegakkan hokum dan dalam fungsinya untuk menegakkan kebijakan nasional, Negara melayani kepentingan social kelas yang cukup kuat untuk mengontrolnya demi tujuan mereka sendiri.

Perubahan dalam Sruktur Sosial-Ekonomi dan dalam Pandangan Hidup

Perkembangan struktur social dalam menanggapi kondisi-kondisi materil yang berubah, juga perkembangan ide-ide revolusioner tergantung pada pembentukan kekuatan-kekuatan materil yang baru yang melahirkan perubahan-perubahan dalam hubungan social. Jadi perjuangan yang Nampak antara ideology revolusioner dengan ideology konservatif merupakan cerminan dari perjuangan materil antara kelas-kelas social yang mewakili kekuatan-kekuatan social materil dan kelas-kelas social yang dominasinya bersandar pada pelestarian struktur social ekonomi yang ada.

Kegiatan Dan Alienasi

Inti seluruh teori Marx adalah proposisi bahwa kelangsungan hidup manusia serta pemenuhan kebutuhannya bergantung pada kegiatan produktif dimana secara aktif orang terlibat dalam mengubah lingkungan alamnya. Dengan kata lain, individu harus menyesuaikan diri dengan dunia benda-benda yang membatasi kebebasannya sebagai manusia, walaupun manusialah yang menciptakannya.

Pengaruh Feuerbach

Teori Marx mengenai alienasi dan pengasingan diri sangat dipengaruhi oleh pembalikan Ludwig Feuerbach terhadap filsafat Hegel. Feurbach lebih konsisten daripada Marx dalam mempertahankan bahwa dunia kesadaran manusia serta ide-ide, semata-mata suatu cerminan kekuatan materil.

Meskipun teori Marx mengenai alienasi dipengaruhi oleh Feuerbach, Marx juga mengkritik Feuerbach. Khususnya, Marx mengkritik penekanan materialistis Feuerbach yang berat sebelah serta pandangannya yang ahistoris abstrak mengenai individu yang pasif, yang terpencil dari konteks sosialnya. Marx menekankan pentingnya pemahaman terhadap konteks social dan sejarah yang khas. Marx juga menekankan peranan aktif yang mungkin dimainkan individu dalam proses sejarah.

Komitmen Marx untuk mengubah dunia melalui kegiatan praksis didasarkan pada kepercayaan idealitisnya bahwa alienasi pda akhirnya dapat diatasi.

Alienasi Kaum Buruh dalam Masyarakat Kapitalis

Dengan latar belakang filsafat dialektik Hegel, Marx menarik kesimpulan dari studinya mengenai system kapialis laissez-faire. Khususnya dia menyayangkan pengaruh individualisme yang semakin menigkat serta system pasar bebasnya dalam memecah ikatan-ikatan social yang di masa lampau sudah membantu memanusiakan hubungan-hubungan ekonomi. Hasilnya adalah alienasi manusia dari sesamanya dan dari kodrat sosialnya sendiri.

Alienasi juga merupakan akibat dari hilangnya control individu atas kegiatan kreatinya sendiri dan produksi yang dihasilkannya. Ini berarti mereka tidak dapat menggunakan produk yang mereka hasilkan itu untk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Singkatnya, pekerja-pekerja dalam system kapitalis dipaksa melaksanakan pekerjaan yang tiak memungkinkan perkembangan pribadi mereka sebagai manusia dan yang merendahkan martabat mereka, dimana mereka tidak dapat menarik keuntungan, kecuali untuk memenuhi kebutuhan fisik mereka saja dala arti yang sempit.

Kitik filosofis mengenai ekonomi politik dimaksudkan untuk melawan latar belakang analisa proses ekonomi kapitalis. Marx menunjukan bahwa penerapan wajar hokum penawaran dan permintaan dalam ekonomi yang bersifat impersonal itu, mengurangi pah kerja sampai ke tingkat dimana para pekerja hanya dapat sekedar mempertahankan hidup dengan bekerja dalam jumlah jam sebanyak mungkin.

Alienasi Politik

Alienasi kelihatannya benar-benar tidak dapat dielakkan dalam pandangan mengenai kodrat manusia yang paradoks. Di satu pihak manusia menuangkan potensi manusiawinya, dilain pihak produk-produk kegiatan kreatifnya itu menjadi benda yang berada di luar control manusia yang menciptakannya dan menghambat kreatifitas selanjutnya. Paradoks manusia yang fundamental ini, menjadi lebih jelek lagi di masyarakat dalam pembagian kerja dan pemilikan pribadi.

Untuk mengatasi alienasi ini, sudah melekat dalam struktur masyarakat kapitalis yang akan menuntut suatu revolusi total yang akan menghancurkan semua kontradiksi internal dalam masyarakat dengan meniadakan pembagian kerja, pemilikan pribadi, Negara dalam bentuk tradisionalnya, serta semua eksploitasi dan penindasan. Marx yakin hal ini akan mengakhiri alienasi yang memunkinkan orang untuk mengungkapkan kodrat mnusianya secara utuh dalam kegiatannya untuk mereka sendiri.

Kelas Sosial, Kesadaran Kelas, dan Perubahan Sosial

Di mana ada pembagian kerja dan kepemilikan pribadi, pasti ada pertentangan antara kepentingan-kepentingan materil dalam kelas-kelas social yang berbeda

Hubungan Ekonomi dengan Struktur Kelas

Pemilikan atau control yang berbeda atas alat produksi, merupakan dasar pokok untuk pembentukan kelas-kelas social yang berbeda.

Ada perbedaan-perbedaan penting dalam struktur-struktur kelas antara tipe-tipe masyarakat yang berbeda dalam sejarah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan variasi dalam sumber-sumber dan alat produksi.

Meslipun pemilikan atau penguasaan atas alat produksi selalu merupakan sumber mutlak untuk pembagian kelas, karakteristik khusus dari kelas-kelas yang berbeda dan sifat hubungan social antara kelas-kelas itu akan berbeda-beda dalam masyarakat yang berbeda-beda. Ada pula perbedaan-perbedaan internal gaya hidup dan bentuk kesadaran dalam kelas-kelas utama.

Pembedaan Kelas Primer dan Sekunder

Marx menolak pembedaan kelas terhadap model yang hanya terikat pada dua atau tiga kelas saja. Karena menurutnya struktur social akan terus mengalami perubahan dan variasi dalam periode sejarah yang berbeda-beda. Konstelasi kelas khusus yang dapat diidentifikasi dalam masyarakat atau dalam periode sejarah yang berbeda-beda tidak dapat dianalisa secara memadai dengan menggunakan model yang statis yang menagabaikan variasi-variasi ini.

Kepentingan Kelas Obyektif dan Kesadaran Kelas Subyektif

Yang berhubungan dengan pembedaan antara dimensi kelas subyektif dan obyektif adalah pembedaan antara kepentingan kelas. Kesadaran kelas merupakan satu kesadaran subyektif akan kepentinga kelas obyektif yang mereka miliki bersama orang-orang lain dalam posisi yang serupa dalam sistem produksi.

Kurangnya kesadaran penuh akan kepentingan kelas sangat berhubungan dengan penerimaan ideology yang dikembangkan untuk

Hubungannya dengan Buku Psikologi, Karya  Jalaludin Rakhmat Bab 4 (Konsep diri) :

Cerita kisah nyata seseorang yang bertahan dari penyakitnya yang kritis, mungkin tidak bisa sembuh total, tetapi Ia mampu bertahan dengan baik hingga Ia menemukan titik dimana Ia mampu menghadapi hari-harinya dengan tersenyum kembali.

Tepat pada tanggal 11 Januari 1950 di Shizuoka, lahirlah seorang anak bernama Yukiko Ezaki, anak dari Chimato Ezaki, hingga Yukiko pun beranjak dewasa. Dimasa kecilnya, Ia adalah anak yang baik, cerdas, dan menggemari olahraga, serta termasuk golongan anak yang aktif. Sosok Ia mulai diingat dan di renungkan oleh ketiga adiknya, mereka empat bersaudara, adik yang kedua bernama Ichiro, adik yang ketiga bernama Fumiko, lalu adik yang bungsu bernama Susumu. Saat itu hubungan mereka kurang harmonis karena masing-masing sibuk dengan kesibukannya. Yukiko pun merasa sakit pada saat pindah sekolah SMA di tokyo, penyakit yang aneh dan tak bernama itu pun muncul seakan merenggut nyawa Yukiko, perlahan Ia mulai merasakan sakit yang tak tertahankan, yaitu seluruh syaraf otot di tubuhnya mulai melemah hingga tak bisa bergerak banyak. Ia mulai memeriksa penyakit keluhannya itu ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa penyakit yang Ia derita sangatlah jarang ditemukan, Ia hanya bisa pasrah dan di umur 19 tahun Ia harus menderita sakit yang memupuskan semua harapan masa depannya. Di umurnya 22 tahun, Ia hanya menghabiskan waktunya dirumah sakit untuk beristirahat yang di tangani oleh dokter Takasu serta kepala perawat dan perawat-perawat lainya yang sabar menangani Yukiko. Setiap hari selama dirumah sakit Ia mencoba menutupi rasa sakit dan kecewa dengan tersenyum, padahal Ia ingin berteriak dan bunuh diri saja, karena Ia merasa sudah tidak berguna lagi untuk terus hidup.

Saat itu yang Ia kerjakan hanyalah menonton tv, makan ditempat tidur, lalu menulis catatan harian, karena Ia mulai putus asa dengan penyakitnya yang semakin hari membuat tubuhnya semakin lemah, hingga akhirnya Ia berinisiatif untuk menulis catatan buku harian dan segala bentuk kekecewaan, Ia tuangkan di buku harian itu. Contoh ini kutipan isi dari catatan hariannya;

Selasa (9 Mei 1972)

Aku merasa tak berdaya. Kalau terus-terusan memikirkan penderitaanku, lama-kelamaan aku hanya akan merusak diri sendiri. Aku ingin mati, tapi bagaimana caranya? Seharusnya saat ini Aku sedang menikmati masa muda yang menyenangkan, tapi yang kudapatkan justru malapetaka, Ah tidak! Aku ngga mau mati. Aku ingin terus hidup! Tapi kalau Aku memang ingi terus hidup, mengapa seolah jalan kematian yang ada dihadapanku? Padahal Aku ingin berjuang untuk terus hidup…..

Selama 8 tahun lebih dirumah sakit, Ia terus disemangati oleh beberapa teman SMP dahulu, yang bernama Toshio dan Kazuo yang selalu memberi motivasi agar Yukiko dapat bertahan menghadapi penyakitnya itu. Ketiga adiknya pun memberi dukungan berupa mental yang baik untuk kesembuhan kakak pertamanya.

Di umurnya 31 tahun, kesehatan Ia mulai membaik dari pada sebelumnya saat masuk rumah sakit. Banyak perkembangan di dalam tubuhnya, itu karena Ia rajin minum obat dan mengikuti semua saran dan perintah dari dokter Takasu, sehingga Ia dapat berjalan dan keluar dari rumah sakit dan mulai menghirup udara segar di bawah langit serta melihat pergantian musim di jepang. Lalu saat keluar dari rumah sakit, Ia pun di jemput oleh kedua orangtuanya pergi menuju Tokyo, karena seluruh keluarga akan menghadiri acara syukuran toko buku yang baru dikelola oleh Ayahnya di Tokyo, yang akan dihadiri oleh para penerbit dan agen-agen toko buku kolega Ayah.

Hari itu Ayahnya berada di Tokyo, Ia mulai ingin mengucapkan terimakasih dan memberikan kado, Ia pun membuat surat kepada Ayahnya. Didalam isi surat tersebut Ia menulis harapan yang Ia miliki jika sudah sembuh, lalu ucapan terimakasih kepada Ayah, Ibu, Ichiro, Fumiko, Susumu, Reiko, Dokter Takasu, dan tema-teman yang telah menjaga dan melindungi Yukiko selama 8 tahun lebih. Di saat itulah hari-hari cerahnya pun mulai menghampiri Yukiko.

Ia ingat pada tanggal 7 September 1981, Ia bertemu dengan mantan guru Aya. Ternyata Ayah Yukiko waktu itu memperlihatkan surat yang Yukiko tulis untuk Ayahnya, lalu saat dibaca oleh mantan guru Ayah, Ia tertarik dan menyarankan Yukiko untuk menjadi penulis cerita anak-anak. Tak lama kemudian Yukiko dikenalkan oleh seorang editor yang akan membantu Yukiko dalam menulis cerita. Karyanya yang berjudul Koneko Muu No Okurimono mulai terbit tanggal 17 Desember 1986, berkat kerja sama teman-teman, buku Koneko Muu No Okurimono dapat dibaca oleh berbagai kalangan. Pada tanggal 30 Maret 1987, Yukiko mendapatkan penghargaan dari lembaga sastrawan Cerita Anak Jepang, dianugrahi sebagai penulis baru yang berbakat. Lalu Ia mulai melanjutkan karya ke dua nya terbit di penghujung Oktober 1987 yang berjudul E-Chan to Koneko Muu, yang berisi tentang kisah kenangan manis Tina yaitu kucing kesayangan Yukiko.

Selanjutnya Ia ditahun yang sama pada bulan November, terbitlah karyanya yang ke tiga yang berjudul Koneko Muu to E-Chan no Tomodachi. Ia juga sempat menuliskan lirik lagu Kanashi Toki (saat bersedih) dan Yuuyake (matahari terbenam) untuk acara paduan suara amal diperuntukan bagi penderita penyakit kegagalan fungsi otot tubuh.

Kesimpulan didalam kisah novel tersebut adalah Yukiko ingin berbagi cerita dan pengalaman hidupnya melawan penyakit yang akhirnya Ia mampu bertahan dengan baik, serta tersirat adanya pesan untuk pembaca, yaitu;

Banyak hal tak terduga yang terjadi dalam hidup ini. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Dalam kondisi seperti yang kualami, aku tak berani berharap pada masa depan yang masih jauh dihapadan. Tapi meskipun begitu, setidaknya aku bisa berharap pada hari esok yang pasti akan tiba.

 

Tokoh-tokoh dan karakteristiknya :

a)    Ayah : Chimato Ezaki, sebagai Ayah dari Yukiko Ezaki, Ia sosok Ayah yang baik dan bertanggung jawab serta mempunyai usaha toko buku.

b)    Ibu : Tidak disebutkan namanya, Ia sosok Ibu yang senantiasa menjaga anaknya yang sedang jatuh sakit dan memberikan perhatian lebih kepada Yukiko.

c)    Yukiko Ezaki : Anak pertama yang berperan sebagai pemeran utama dan sebagai penulis, Ia wanita yang periang, baik hati, tetapi mempunyai rasa putus asa, semangat dan rasa sabar yang tinggi.

d)    Ichiro : Adik kedua Yukiko yang memiliki persamaan bermain dengan Yukiko dimasa Ia masih berumur 5 tahun, ia juga adik yang baik dan peduli terhadap kakaknya yang sedang sakit.

e)    Fumiko : Adik ketiga Yukiko yang dahulu Yukiko sangat iri terhadap Fumiko, tetapi saat itu Fumiko memliki rasa empati dan peduli yang sangat tinggi, serta Fumiko juga yang membangkitkan rasa putus asa menjadi semangat yang baik terhadap kepulihan Yukiko.

f)     Susumu : Adik bungsu Yukiko ini bersifat sama dengan kakak kedua dan ketiga, meski umurnya terpaut jauh dengan Yukiko, Susumu sangat menyayangi Yukiko sebagai kakak pertamanya.

g)    Dokter Takasu : Dokter yang menangani Yukiko dari pertama kali pemeriksaan di umurnya 19 tahun hingga umur 31 tahun sampai perawatan jalan dan selalu sabar menghadapi mental yukiko yang rapuh.

h)   Kepala Perawat : Ketua perawat yang terlihat bersifat galak dan serius, tetapi Kepala Perawat itu mengambil bagian dalam menangani penyakit Yukiko.

i)     Perawat : Perawat yang merawat Yukiko dengan baik dan merawat dengan baik hingga akhirnya Yukiko keluar dari rumah sakit.

j)      Toshio : Teman Yukiko sejak SMP, pada waktu itu Ia mahasiswa kedokteran Universitas Kyoto yang baik serta perhatian mengirimkan sepucuk surat kepada Yukiko

k)    Kazuo : Teman Yukiko dari SMP, pada waktu itu Ia bekerja di Bank dan melanjutkan S-2 di Amerika. Memiliki sifat peduli terhadap teman lamanya yaitu Yukiko

l)     Mantan Guru Ayah : Seseorang yang menyarankan Yukiko untuk menjadi penulis cerita anak di Jepang serta peduli dan menghargai terhadap kreasi karya tulis Yukiko.

m)  Editor Poplar : Seseorang yang membantu cara penulisan serta menerbitkan karya tulis Yukiko kepada masyarakat di Jepang.

 

Hubungannya dengan bab 4 :

Pengaruh faktor-faktor personal pada persepsi Interpersonal

  • Pengalaman : Yukiko yang melawan rasa sakitnya dengan tetap mencoba tersenyum dan bersabar, salah satunya dengan menulis catatan harian yang berisi rasa kekecewaan terhadap penyakitnya, sehingga Ia mampu bertahan walau Ia tak pernah bisa sembuh total.
  • Motivasi : Banyak yang memberikan motivasi yaitu semangat untuk tetap bertahan hidup meski begitu Yukiko melakukan dan mengerti bahwa masih banyak orang terdekat yang masih sayang dan perhatian kepadanya.
  • Kepribadian : Sosok wanita yang dewasa dan mampu mengendalikan rasa kecewanya terhadap penyakit yang dideritanya.

Sistem Komunikasi Interpersonal

Posted: December 6, 2012 in Uncategorized

Dalam Bab 4 buku Psikologi Komunikasi oleh Drs. Jalaludin Rahmat, M.Sc mengemukakan bahwa proses subjekstif yang secara aktif menafsirkan stimuli, disebut Fritz Heidder sebagai construktive proces. Proses ini meliputi faktor biologis dan sosiopsikologis individu pelaku persepsi. Pengaruh faktor-faktor sosial seperti pengaruh interpersonal, nilai-nilai kultural dan harapan-harapan yang dipelajari secara sosial pada persepsi individu, bukan saja terhadap objek-objek mati, tetapi juga pada objek-objek sosial. Contohnya adalah seperti video yang berjudul “Pikiran Manusia Dan Cara Pemikirannya”. Memisahkan tiap orang dari muka yang berbeda, dan terutama dari sifat yang berbeda. Bayangkan jika seseorang itu mukanya sama seperti kita daan sifatnya sama atau menyerupai kita, itu adalah hal yang rumit, tetapi kita beruntung karena manusia diciptakan tidak serupa semua, walaupun kembar tetapi masih ada perbedaan dari sifat. Lalu dalam video tersebut memberi contoh bahwa bayi akan melihat pertama kali yaitu ibunya, karena bayi pasti yang pertama yang akan di lihat dan di ingat adalah ibunya yang menggendongnya. Bayi itu juga akan terus mengingat apa yang dia lihat, seperti orang-orang yang baru Ia lihat, hewan dan lain-lain yang akan masuk dalam memori ingatannya.

Deskripsi verbal adalah persepsi bagaimana seseorang dilihat dari cara dia berkata-kata, sifatnya, itu adalah penjelasan verbal yang dikemukakan oleh Solomon E. Asch. Yaitu seperti Petunjuk Proksemik adalah bagaimana seseorang berkomunikasi dengan mengatur jarak atau ruang yang, seperti dalam video yaitu beberapa orang di klub bar akan mengatur kedekatan jarak berbicara karena sudah mengenal satu sama lainya. Lanjut ke Penunjuk Kinesik yaitu menjelaskan pesan sikap badan / nonverbal yang menunjukan gerak-gerik badan yang di persepsi oleh kita, sehingga kita bisa menebak atau mengerti arti dari pesan non verbal yang ingin disampaikan kepada kita. Lanjut ke Petunjuk Wajah yaitu artinya adalah bagaimana seseorang bisa melihat pesan dari bentuk wajah yang dapat berubah-ubah, yang sekilas dapat kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya dalam video, seorang wanita membeli bunga lalu bertemu dengan temannya, wanita itu lalu tersenyum dengan tidak iklas, atau secara tidak langsung wanita tersebut memang tersenyum tetapi senyuman yang palsu atau hanya berpura-pura terlihat dari kerutan di lesung pipinya dan kerutan matanya. Lanjut ke Petunjuk Paralinguistik adalah bagaimana orang-orang mengucapkan lambang-lambang verbal. Seperti suara keras akan dipersepsi marah atau menunjukan hal yang sangat penting. Tempo bicara yang lambat, ragu-ragu, dan tersendat-sendat, akan dipahami sebagai ungkapan rendah hati atau kebodohan.

Konsep diri menurut William D. Brooks menjelaskan bahwa konsep diri yaitu pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologi, sosial, dan fisis. Contohnya adalah mengikuti gerakan dengan karateristik yamg berbeda, yaitu bagaimana kita memahami diri kita sendiri, mulai dari bertanya-tanya terhadap diri kita sendiri lalu dengan memahami sifat asli yang kita dapatkan dari lingkungan yang kita tinggali.

Atraksi Interpersonal bagaimana kita saat berkomunikasi saat ketertarikan terhadap seseorang lalu kecenderungan kesukaan terhadap orang lain akan makin besar rasa ingin berkomunikasi dengan mereka. Terdiri dari faktor-faktor personal yang mempengaruhi Atraksi Interpersonal, yaitu salah satu nya adalah kesamaan karateristik pesonal, tekanan emosional, harga diri yang rendah, isolasi sosial. Contohnya adalah saat peneliti melakukan penelitian yaitu secara karateristik personal semua sama dengan sikap yang tegang dan mimik muka yang hampir sama, tetapi para peneliti harus memilih seseorang yang baik tetapi di balik muka dan karaterisktik yang hampir menyerupai sama itu. Lalu tekana emosional atau stres yang dialami seseorang tingkat stresnya berbeda-beda, karena permasalahan yang dihadapi oleh manusia terkadang berbeda dan ada juga yang sama, tetapi walaupun sama, mereka yang stres memiliki cara untuk berekspresi dari sifat-sifat yang dimiliki setiap manusia yang berbeda-beda. Adannya faktor-faktor situasional yang mempengaruhi atraksi interpersonal yaitu daya tarik fisik, ganjaran, familiarity, kedekatan, kemampuan. Contohnya dalam video adalah saat di klub seorang pria mendekati wanita yang kesepian menyendiri lalu didekati oleh sang pria, itu karena ketertarikan dimana wajah yang cantik dan penampilan yang memikat para pria.

Selanjutnya pengaruh atraksi interpersonal pada komunikasi interpersonal yaitu terdiri dari penafsiran pesan dan penilaian, efektivitas komunikasi. Contohnya di dalam video tersebut adalah penafsiran pesan dari saat kita membaca pikiran dengan neoron cermin yang ada di otak kita yang bisa kita gunakan untuk mengetahui hasil dari perspesi yang kita pikirkan dari melihat seseorang yang kita amati.

Hubungan Interpersonal adalah bagaimana cara kita berkomunikasi dengan adanya hubungan interpersonal agar saat melakukan komunikasi memiliki hubungan yang atau kedekatan dalam bertanya dan menjawab, biasanya kebanyan seseorang bila bertanya sedikit canggung atau malu tetapi jika kita mempunyai hubungan dengan seseorang, kita akan berkomunikasi dengan lebih baik lagi.

Di dalam hubungan interpersonal adanya teori-teori hubungan interpersonal yaitu model pertukaran sosial, ganjaran, biaya, hasil atau laba, tingkat perbandingan, model peranan, model permainan dan model interaksional. Lalu yang terakhir tahap-tahap hubungan interpersonal yaitu terdiri dari pembentukan hubungan interpersonal, peneguhan interpersonal, konfirmasi, diskonfirmasi, suportif.

Menurut kamus British Institute of Public Relations (IPR) terbitan bulan November 1987 : Secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara satu organisasi dengan segenap khalayaknya.

Menurut Frank Jefkins : Sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana baik itu kedalam maupun keluar, antara satu organisasi dengan senua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.

Menurut Pernyataan asosiasi-asosiasi Public Relations di mexiko : Suatu seni sekaligus suatu disiplin ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecendrungan, memperkirakan setiap kemungkinan konsekuensi darinya, memberi masukan dan saran-saran kepada pemimpin organisasi, serta menerapkan program-program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan / kepentingan khalayaknya.

Menurut Public Relations 6th edition, Schot M.Cutlip, Allen H.Center, Glen M. : Public Relations is the management function which evaluates public attitudes, identifies the policies and procedures of an individual or an organization with the public interest and plans and executise a program of action to earn public understanding acceptance (public relations news)

Menurut Dr. Rex F. Harlow : Public Relations is a distinctive management function wich helps and stablish, a maintain mutual lines of communications understanding, acceptance and cooperation between an organization and its publics ; involves the management of problems or issue helps management to keep informed on and responsive to public opinion ; defines and emphasizes the responsibility of management to serve the public interest ; helps management keep abreast of and effectively ulilize change ; serving as an early warning system to help anticipate trends and uses research and sound and ethical communication as its principaltwis.

 

 

“Sumber dikutip dari buku Frank Jefkins edisi ke-4 tentang SUATU PENGANTAR PUBLIC RELATIONS”

Amerika : Pada perkembangannya konsep Public Relations di Amerika dimulai sekitar tahun 1900 an yang dipelopori oleh Ivy Lee dengan ” The Declaration of Principles”. Ivy Lee dianggap sebagai ” the father of Public Relations” karena deklarasi asasnya itu, meskipun demikian sebetulnya konsep Public Relations di Amerika sudah ada sejak tahun 1850.( Broom, 2000; 102). Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.

 

Indonesia : Public Relations di Indonesia sendiri dimulai sejak tahun1950. Perkembangan hubungan masyarakat di Indonesia bergerak menyertai kondisi politik dan kenegaraan saat itu. Pada waktu itu pemerintah Indonesia menyadari perlunya rakyata Indonesia untuk mengetahui segala perkembangan yang terjadi sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh kerajaan Belanda. Berawal dari pemikiran tersebut maka kegiatan kehumasan mulai dilembagakan dengan menyandang nama hubungan masyarakat karena kegiatan yang dilakukan lebih banyak untuk ke luar organisasi (Onong, 1991; 12)

Berikut gambaran kronologis PR di dunia:

Abad ke-19      :    PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang
mandiri didasarkan pada perkembangan  Ilmu
pengetahuan dan teknologi.
1865-1900        :    Publik masih dianggap bodoh
1900-1918        :    Publik diberi informasi dan dilayani
1918-1945        :    Publik diberi pendidikan dan dihargai
1925                 :    Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi
1928                 :    Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di
fakultas sebagai mata kuliah wajib.  Disamping itu
banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu
1945-1968        :    Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui
1968                 :    Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah
ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu.
Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.
1968-1979        :    Publik dikembangkan di berbagai bidang,
pendekatan tidak hanya satu aspek saja
1979-1990        :    Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam
perubahan mental dan kualitas
1990-sekarang :    a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang,
sikap dan  pola perilaku secara nasioal/internasional
b. membangun kerjasama secara lokal, nasional,  internasional
c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya,
Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi

 

Pentingnya memahami sejarah perkembangan Public Relations adalah untuk mengawali pemahaman terhadap perkembangan PR di Indonesia. Jika dilihat dari sejarahnya sebetulnya, PR di Indonesia dimulai sangat jauh dari yang sudah dilakukan oleh pemikir-pemikir di Eropa atau Amerika bahkan Australia. PR di Indonesia dimulai di tahun 1950 an dengan konsep yang berbeda dengan konsep yang dianut di negara lain. Berdasarkan pengamatan peneliti dan juga seperti yang diungkapkan oleh Elizabeth Goenawan Anantao dalam Public Relations In Asia an Anthology, Public Relations di Indonesia belum terlalu pesat perkembangannya (Ananto, 2004; 265)

Penyamapaian pesan PR/Humas secara resmi digunakan pertama kali dilakukan oleh Departmen keuangan inggris raya dengan menunjuk secara resmi juru bicara, namun sayangnya PR/Humas tidak terlampau berkembang pesat di negara pertama dipraktekannya yaitu inggris. PR/Humas lebih berkembang di Amerika serikat.

Namun pada awalnya praktek PR/Humas di AS, PR digunakan melakukan propaganda pemerintah Amerika Serikat. Kemudian praktek PR/Humas berkembang menjadi publisitas ini,seiring dengan munculnya media cetak pertama dan kemudian berkembang terus jumlahnya.

Dari hari ke hari PR di Indonesia mulai berkembang seiring dengan perkembangan PR di dunia atau Asia. Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya Manajemen PR disebutkan bahwa Public Relations digunakan untuk kepentingan usaha dalam bentuk seperti Olimpiade Korea Selatan, Glassnot Perestroika, Kasus Lemak Babi 1988,dll. Olimpiade yang diselenggarakan oleh tuan rumah Korea Selatan di tahun 1988 menggunakan salah satu jasa konsultan PR. Olimpiade adalah suatu event international yang waktu ini masih sangat greget dimana seluruh perhatian orang tertuju ke sana. Sebagai tuan rumah Korea Selatan ingin bangkit menunjukkan eksitensi dirinya yang memang salah satu keinginannya adalah membuka pasar di dunia untuk memasarakan produk – produknya.

Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat.  Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.

PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi (Kasali, 2005:1). Di masa mendatang PR diperkiraan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pemerintah AS mempekerjakan 9000 karyawan di bidang komunikasi yang ditempatkan di United States Information Agency.  

       Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah
ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu.
Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.

1968-1979 : Publik dikembangkan di berbagai bidang, pendekatan tidak hanya satu aspek saja

1979-1990 : Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam

perubahan mental dan kualitas

1990-sekarang :

  1. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang, sikap dan pola perilaku secara nasioal/internasional.
  2. membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional.
  3. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, Iptek,  sesuai dengan kebutuhan era global/informasi

PR as non organized activity periode ( Periode tahun 1700 – 1800 )

Periode dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia.Kegiatan diwarnai dengan acara yang sederhana, penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode “Public of Independence”

PR as organized activity periode ( Periode tahun 1801 – 1865 )

Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal, nasional maupun internasional.Periode ini disebut masa perkembangan aktivitas PR ( PR of expansion) karena keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan negara – negara Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya.

PR as professional ( Periode tahun 1866 – 1900 )

Pada masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran  (internal combustion engine).PR dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa the public to be damned periode (1811 – 1900). ((Jefkins, Frank dan Daniel Yadin. 1996. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga))

Public be informed periode ( Periode tahun 1901 – 1919 )

Aktivitas Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah wartawan untuk membalas perlawanan tersebut dengan mempengaruhi berita yang dimuat di media massa.

Tercatat dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara  dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of PR Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles.

The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang )

Pada tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik.

 

SURAT KABAR

Posted: December 6, 2012 in Uncategorized

Sejarah Kelahiran Suratkabar

Sebelum ada suratkabar, hadir lebih dulu newsletters. Koran pertama dikembangkan secara tidak teratur di Belanda, Inggris dan Prancis (1618-1648). Lembaran berita ini disebut corantos, yang secara bertahap digantikan laporan harian atau diurnos. Pada saat itu, tidak ada yang namanya kebebasan pers. Pencetakan koran dan material lainnya harus menggunakan ijin dan yang mengeluarkannya dapat mengontrol isi.

Kebebasan berbicara dan mengkritisi sensor mulai ada sekitar tahun 1644, ketika John Milton menulis Aeropagitica, yang menyatakan kebebasan berbicara dalam beragama. Dalam terminologi politik, John Stuart Mill, Edumund Burke dan lainnya, mempromosikan pers bebas. Politisasi pers yang muncul menjadi penting dalam membangun dukungan terhadap revolusi Amerika dan mendefinisikan pers bebas di sana.

Kebebasan pers secara formal di AS sejak 1787. Keinginan untuk memproteksi kebebasan berbicara dan pers, hal itu kemudian dimasukan dalam Amandemen Pertama konstitusi di sana. Hasilnya, kemudian muncul keberagaman pers. Koran yang dipakai sebagai alat politik, kemudian hadir mewakili keberagaman pandangan politik.

Untuk menjalankan fungsi politik, pandangan-pandangan mengenai hal itu harus tersirkulasikan sebaik keberagaman media ini. Caranya, dengan menjual suratkabar yang murah agar bisa menjangkau audiens yang luas. Koran murah pertama kali diluncurkan Benjamin Day, 1833. Koran yang bernama “New York Sun”, hanya dijual satu penny, yang kemudian dikenal dengan “Koran Penny”. Untuk bisa dijual pada harga itu, Day tidak hanya bergantung pada iklan semata, namun juga dengan meningkatkan oplah penjualan.

Pembaca koran meningkat ketika terjadi Perang Sipil (1861-1865) karena orang-orang ingin mengetahui perkembangan terakhir mengenai konflik yang terjadi. Setelah masa perang, hadirlah era baru dunia jurnalistik, jurnalisme investigasi. Era baru ini menjadikan suratkabar lebih hidup, lancang, sadar diri, tidak sabar dan penuh sensasi.

Babak selanjutnya dalam sejarah koran di AS ditandai dengan adanya yellow journalism dan responsible journalism, yang bahkan dikatakan terjadi perang yang dramatis. Hearst’s Morning Herald Journal, dengan yellow journalisme-nya, menampilkan foto-foto yang penuh sensasi, topik utama yang besar-besar dan mengabaikan kepribadian, cerita tentang kemanusiaan dan terkadang melakukan wawancara palsu.

Sementara ‘lawan’ Hearst, Pulitzer, menciptakan jurnalisme baru yang mengetengahkan tanggung jawab sosial dalam tulisan di suratkabar. Jurnalisme yang bertanggung jawab ini berlanjut pada tahun 1896 ketika Adolph Ochs membeli The New York Times. Ochs tegas-tegas melarang sensasionalitas dalam foto-foto, cerita-cerita bohong dan tipuan. Dampaknya, pembaca dari kalangan kelas menengah meningkat. Ini pula yang kemudian menyebabkan suratkabar sebagai media massa mencapai puncaknya (1890-1920).

Setelah melewati rentang waktu yang panjang, akibat teknologi baru, persaingan dalam makin tajam. Apalagi dengan kehadiran internet, koran lokal kini bisa dibaca di seluruh dunia. Karenanya kebutuhan untuk meng-online-kan suratkabar menjadi kebutuhan serius meski edisi internet tersebut belum bisa dikatakan menghasilkan uang. Namun begitu, internet dapat juga dianggap sebagai ancaman terhadap ekonomi suratkabar dan standar jurnalistik.

 

Sejarah Surat Kabar dan Perwajahannya

14 Apr 2010 Leave a Comment

by elisabetyas in My Tasks

Sebelum ditemukannya mesin pencetak, orang-orang di jaman dahulu kala menyebarkan berita dari mulut ke mulut, surat tertulis, atau papan pengumuman. Kemudian orang-orang mulai memikirkan kebutuhan sebuah laporan berita tertulis. Bangsa Romawi kuno menemukan sistem yang cukup mengesankan dalam menyebarkan berita tertulis tersebut. Sistem itu disebut dengan nama acta diurna (kejadian-kejadian harian), sebuah lembaran berita ditulis tangan yang diterbitkan oleh pemerintah untuk umum dari tahun 59 sebelum masehi sampai setidaknya tahun 555 masehi yang memberitakan tentang politik, skandal, persidangan, kampanye militer, dan eksekusi.

Di China, pada pemerintahan awal mereka telah membuat lembaran berita yang disebut dengan nama tipao, yang diedarkan pada masa kekuasaan dinasti Han (202 sebelum masehi sampai dengan 220 masehi). Pada suatu waktu di masa kepemimpinan dinasti Tang (tahun 618 s.d. 907 masehi) bangsa China memakai blok kayu yang diukir untuk mencetak tipao, dan kemudian dicatat sebagai lembar berita pertama yang dicetak.

Mesin pencetak pertama kali dikembangkan oleh orang-orang Eropa di tahun 1450, dan menggunakannya untuk mempublikasikan berita. Dan surat kabar terus berkembang sebagai media penyebar informasi hingga saat ini.

  • SEJARAH SINGKAT SURAT KABAR
  1. Di jerman, Prototipe pertama surat kabar diterbitkan di Bremen Jerman pada tahun 1609.
  2. Di Inggris, surat kabar pertama yang masih sederhana terbit pada tahun 1921.
  3. Di Amerika, surat kabar yang pertama di Amerika Serikat adalah Pennyslvania Evening Post dan Daily Advertiser yang terbit pada tahun 1783.

Di Amerika

  • The Penny Press :

Perkembangan teknologi percetakan telah mengakibatkan proses percetakan semakin cepat, sehingga surat kabar semakin memasyarakat karena harganya murah

  • Newspaper Barons

Pada akhir abad 19, surat kabar di Amerika mengalami kejayaan karena surat kabar melakukan promosi yang sangat agresif.

  • Yellow Journalism

Surat kabar di Amerika pada akhir abad 19 menjadi bisnis besar, karena sirkulasinya yang semakin besar dan banyak persaingan antarpenerbit surat kabar.

  • Jazz Journalism

Tahun 1919 terbit surat kabar New York Daily News yang ukurannya lebih kecil, banyak menggunakan foto terutama pada halaman pertama, dan menampilkan satu atau dua headline, serta menekankan unsur sex dan sensasi.

Surat kabar pertama kali dibuat di Amerika Serikat, dengan nama “Public Occurrenses Both Foreign and Domestick” di tahun 1690. Surat kabar tersebut diusahakan oleh Benjamin Harris, seorang berkebangsaan Inggris. Akan tetapi baru saja terbit sekali, sudah dibredel. Bukan karena beritanya menentang pemerintah, tetapi hanya karena dia tidak mempunyai izin terbit. Pihak kerajaan Inggris membuat peraturan bahwa usaha penerbitan harus mempunyai izin terbit, di mana hal ini didukung oleh pemerintah kolonial dan para pejabat agama. Mereka takut mesin-mesin cetak tersebut akan menyebarkan berita-berita yang dapat menggeser kekuasaan mereka kecuali bila usaha itu dikontrol ketat.

Kemudian surat kabar mulai bermunculan setelah negara Amerika Serikat berdiri. Saat itu, surat kabar itupun tidak sama seperti surat kabar yang kita miliki sekarang. Saat itu surat kabar dikelola dalam abad kegelapan dalam jurnalisme. Sebab surat kabar telah jatuh ke tangan partai politik yang saling bertentangan. Tidak ada usaha sedikitpun untuk membuat berita secara objektif., kecuali untuk menjatuhkan terhadap satu sama lainnya. Washington dan Jefferson dituduh sebagai penjahat terbesar oleh koran-koran dari lawan partainya.

Presiden John Adams membreidel koran ”The New Republik”. Selama koran tetap dikuasai oleh para anggota partai politik saja, maka tidak banyak yang bisa diharapkan.

Kemudian kecerahan tampaknya mulai menjelang dunia persurat kabaran. James Gordon Bennet, seorang berkebangsaan Skotlandia melakukan revolusinisasi terhadap bisnis surat kabar pada 1835. Setelah bekerja di beberapa surat kabar dari Boston sampai Savannah akhirnya dia pun mendirikan surat kabar sendiri. Namanya ”New York Herald” dengan modal pinjaman sebesar 500 dollar. Percetakannya dikerjakan di ruang bawah tanah di Wall Street dengan mesin cetak yang sudah tuam dan semua pekerjaan reportase dilakukannya sendiri.

Sejak itulah berita sudah mulai dipilah-pilahkan menurut tingkat kepentingannya, tapi tidak berdasarkan kepentingan politik. Bennet menempatkan politik di halaman editorial. Isi korannya yang meliputi soal bisnis, pengadilan, dan kehidupan sosial masyarakat New York memang tidak bisa dijamin keobyektifatnya, tetapi setidaknya sudah jauh berubah lebih baik dibandingkan koran-koran sebelumnya.
Enam tahun setelah ”Herald” beredar, saingannya mulai muncul. Horace Greely mengeluarkan koran “The New York Tribune”. Tribune pun dibaca di seluruh Amerika. Pembacanya yang dominan adalah petani, yang tidak peduli apakah mereka baru sempat membaca korannya setelah berminggu-minggu kemudian. Bagi orang awam, koran ini dianggap membawa perbaikan bagi negara yang saat itu kurang terkontrol dan penuh bisnis yang tidak teratur.

Koran besar yang ketiga pun muncul di New York di tahun 1851, ketika Henry J. Raymond mendirikan koran dengan nama “The New York Times”, atas bantuan mitra usahanya, George Jones. Raymond-lah yang mempunyai gagasan untuk menerbitkan koran yang non partisan kepada pemerintah maupun perusahaan bisnis.

Setelah serentetan perang saudara di Amerika usai, bisnis persuratkabaran pun berkembang luar biasa. Koran-koran pun mulai muncul di bagian negara-negara selain New York dan Chicago. Di selatan, Henry W. Grady dengan koran “Konstitusi Atlanta”. Lalu, muncul koran “Daily News” dan “Kansas City Star” yang mempunyai konsep pelayanan masyarakat sebagai fungsi dari sebuah sebuah surat koran.

Di New York, surat kabar dianggap sebuah bisnis yang bakal menjanjikan. Charles Dana membeli surat kabar ”Sun” dan menyempurnakannya. Editornya, John Bogart punya cerita sendiri tentang berita. Menurutnya ”kalau anjing menggigit manusai, itu bukan berita. Tapi kalau manusia menggigit anjing, itu baru namanya berita”.

Pulitzer adalah yang pertama kali menerbitkan koran mingguan, di mana isinya ditulis oleh para penulis terbaik yang pernah ada. Setelah Pulitzer meninggal, ”New York World” malah menjadi yang terbesar di dunia. Orang menyebut Pulitzer sebagai ”wartawannya surat kabar”.

Dalam perkembangannya, surat kabar berangkat sebagai alat propaganda politik, lalu menjadi perusahaan perseorangan yang disertai keterkenalan dan kebesaran nama penerbitnya, dan sekarang menjadi bisnis yang tidak segemerlap dulu lagi, bahkan dengan nama penerbit yang semakin tidak dikenal.

Perubahan ini memberikan dampak baru. Ketika iklan mulai menggantikan sirkulasi (penjualan langsung) sebagai sumber dana utama bagi sebuah surat kabar, maka minat para penerbit jadi lebih identik dengan minat para masyarakat bisnis. Ambisi persaingan untuk mendapatkan berita paling aeal tidaklah sebesar ketika peloporan. Walaupun begitu, perang sirkulasi masih terjadi pada tahun 1920-an, tetapi tujuan jangka panjang mereka adalah untuk mencapai perkembnagn penghasilan dari sektor iklan. Sebagai badan usaha, yang semakin banyak ditangani oleh para pengusaha, maka surat kabar semakin kehilangna pamornya seperti yang dimilikinya pada abad ke-19.
Namun, surat kabar kini mendapatkan sesuatu yang lain yang lebih penting. Surat kabar yang mapan kini tidak lagi diperalat sebagai senjata perang politik yang saling menjatuhkan ataupun bisnis yang individualis, melainkan menjadi media berita yang semakin obyektif, yang lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pihak-pihak tertentu saja.

Kenaikan koran-koran ukuran tabloid di tahun 1920-an yang dimulai oleh ”The New York Daily News”, memberikan suatu dimensi baru terhadap jurnalisme. Akhirnya memang menjadi kegembiraan besar bagi kehidupan surat kabar, terutama dalam meliput berita-berita keras. Perubahan lain yang layak mendapat perhatian adalah timbulnya sindikasi. Berkat adanya sindikat-sindikat, maka koran-koran kecil bisa memanjakan pembacanya dengan materi editorial, informasi, dan hiburan. Sebab kalau tidak, koran-koran kecil itu tentu tidak dapat mengusahakan materi-materi tersebut, lantaran biaya untuk itu tidaklah sedikit. Sindikat adalah perusahaan yang berhubungan dengan pers yang memperjualbelikan bahan berita, tulisan atau bahan-bahan lainuntuk digunakan dalam penerbitan pers.

Di Indonesia

Surat kabar mulai terbit di Indonesia pada pertengahan abad 18 dan umumnya diterbitkan oleh orang-orang Belanda dan berbahasa Belanda pula namun seiring dengan perkembangan mulai banyak surat kabar yang diterbitkan dalam bahasa Melayu namun kebanyakan masih beraksara Arab, Jawa atapun campuran dengan aksara Latin.

Yang dimaksud dengan surat kabar pertama di Indonesia ialah surat kabar dengan bahasa Melayu dan murni beraksara Latin dan memiliki redaksi orang Indonesia asli serta diterbitkan oleh orang Indonesia asli.

  • Zaman Belanda

Menurut catatan sejarah, penerbitan media cetak di Indonesia sudah dimulai
sejak penguasaan VOC (1619-1799), tepatnya tahun 1676. Awalnya hanya
kalangan penguasa dari Eropa – terutama Belanda dan Inggris — yang
diizinkan menerbitkan media cetak. Namun, kaum Tionghoa dan kalangan
bumiputra (pribumi) akhirnya juga diizinkan mengelola media cetak sendiri.

Dr De Haan dalam buku “Oud Batavia” (G. Kolf Batavia 1923) mengungkap, tahun
1676 di Batavia sudah muncul sebuhh terbitan berkala bernama Kort Bericht
Eropa (berita singkat dari Eropa). Terbitan berkala yang memuat berbagai
berita dari Polandia, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, dan
Denmark ini, dicetak di Batavia oleh Abraham Van den Eede tahun 1676.
Setelah itu terbit Bataviase Nouvelles pada bulan Oktober 1744. Kala itu,
Bataviasche Nouvelles hanya memuat berita tentang acara resepsi pejabat,
pengumuman kedatangan kapal, stok barang dagangan, atau berita dukacita.

Media cetak yang berbentuk surat kabar baru muncul tahun 1800-an.
Bataviasche Koloniale Courant tercatat sebagai surat kabar pertama yang
terbit di Batavia tahun 1810. Ketika armada Inggris menaklukkan Jawa, Thomas
Stamford Raffles – yang diangkat sebagai Gubenur Jenderal – juga sempat
menerbitkan koran mingguan bernama Java Government Gazette pada tahun 1812. Pada tahun 1825 muncul De Locomotief di Semarang

Pada tahun 1828, di jakarta diterbitkan Javasche Courant yang isinya memuat berita-berita resmo pemerintahan. Di surabaya (1835) terbit Soerabajasch Niew en Advertentiebland. Sedangkan di semarang terbit Semarangsche Advertentiebland dan De Searangsche Courant.

Pers yang melayani masyarakat pribumi baru lahir tahun 1855 di Solo dengan
nama Bromomartani. Kemudian disusul Selompret Melajoe di Semarang tahun
1860. Pada era ini, di luar Jawa, juga lahir sejumlah surat kabar. Antara
lain Celebes Courant dan Makassar Handelsblad di Ujungpandang, Tjahja Siang
di Manado, Sumatra Courant dan Padangsch Handelsblad di Padang. Sementara di
Batavia juga lahir sejumlah koran. Yang paling popular adalah Bintang
Betawi. Hanya saja, koran-koran yang terbit pada masa awal sejarah pers
tersebut kebanyakan dikelola kaum kolonial.

Sampai akhir abad ke-19, koran atau terbitan berkala yang dicetak di Batavia
hanya memakai bahasa Belanda. Karena surat kabar di masa itu diatur oleh
pihak Binnenland Bestuur (penguasa dalam negeri), kabar beritanya boleh
dikata kurang seru. Yang diberitakan cuma hal-hal yang biasa dan ringan,
dari aktivitas pemerintah yang monoton, kehidupan para raja, dan sultan di
Jawa, sampai berita ekonomi dan kriminal.

Pers lokal baru bangkit awal 1900-an setelah kolonial Belanda mengizinkan
kaum Tionghoa mengelola media cetak. Ketika Tionghoa mulai menerbitkan surat
kabar, orang-orang bumiputra juga mulai belajar mengelola koran. Tahun 1900
Dr Wahidin Soedirohoesodo menangani surat kabar Retno Dhoemilah dalam dua
bahasa; Jawa dan Melayu. Melalui media ini Wahidin mulai mengkampanyekan
nasionalisme, pendidikan masyarakat, persamaam derajat dan budi pekerti.
Hanya saja, surat kabar Retno Dhoemilah ini juga didirikan oleh orang
Belanda, FL winter, dengan perusahaan penerbit milik kolonial H Bunning
Co.

Pada tahun 1901, Datuk Sutan Marajo bersama adiknya bernama Baharudin Sutan Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberinya nama Warta Berita yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang berbahasa Indonesia (bahasa Melayu dengan huruf Latin) dimiliki dan redakturnya orang Indonesia.

  • Zaman Jepang

Ketika jepang datang, surat kabar yang ada di Indonesia diambil alih secara pelan-pelan. Tujuan sebenarnya adalah agar pemerintah jepang dapat memperketat pengawasan terhadap isi suratkabar.

  • Zaman Kemerdekaan

Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia pun melakukan perlawanan alam hal sabotase komunikasi. Surat Kabar Berita Indonesia yang diprakarsai oleh Eddie Soeraedi ikut melakukan propaganda agar rakyat berbondong-bondong pada rapat raksasa di lapangan Ikada Jakarta tanggal 19 September 1945.

  • Zaman Orde Lama

Setelah Presiden Soekarno mengumumkan dekrit kembali ke UUD 1954 tanggal 5 Juli 1959, terdapat larangan kegiatan politik, termasuk pers. Situasi seperti ini dimanfaatkan oleh PKI yang pada saat itu menaruh perhatian pada pers.

  • Jaman Orde Baru

Sejalan dengan tampilnya orde baru, surat kabar yang tadinya dipaksakan untuk mempunyai gantolan, kembali mendapatkan kepribadiannya.

  • Zaman Reformasi

Berakhirnya Orde Baru mengalihkan kebebasan berekspresi melalu media atau kebebasan pers.

Sejarah singkat surat kabar

  1. Di jerman, Prototipe pertama surat kabar diterbitkan di Bremen Jerman pada tahun 1609.
  2. Di Inggris, surat kabar pertama yang masih sederhana terbit pada tahun 1921.
  3. Di Amerika, surat kabar yang pertama di Amerika Serikat adalah Pennyslvania Evening Post dan Daily Advertiser yang terbit pada tahun 1783.
  1. The Penny Press :

Perkembangan teknologi percetakan telah mengakibatkan proses percetakan semakin cepat, sehingga surat kabar semakin memasyarakat karena harganya murah

  1. Newspaper Barons

Pada akhir abad 19, surat kabar di Amerika mengalami kejayaan karena surat kabar melakukan promosi yang sangat agresif.

  1. Yellow Journalism

Surat kabar di Amerika pada akhir abad 19 menjadi bisnis besar, karena sirkulasinya yang semakin besar dan banyak persaingan antarpenerbit surat kabar.

  1. Jazz Journalism

Tahun 1919 terbit surat kabar New York Daily News yang ukurannya lebih kecil, banyak menggunakan foto terutama pada halaman pertama, dan menampilkan satu atau dua headline, serta menekankan unsur sex dan sensasi.

 

  • PERKEMBANGAN PERWAJAHAN (LAY OUT) SURAT KABAR

Sebelum surat kabar muncul, ada yang disebut newsletter. Newsletter dan gazette (lembaran negara) pada mulanya ditulis oleh sekelompok bankir atau trading company bagi kelompok klien yang membutuhkan informasi spesifik yang bisa menarik minat mereka. Dengan cara yang sama, satu dari salah satu penyedia servis paling awal, Reuteurs, dari Inggris, fokus kepada penyediaan berita keuangan dan ekonomi untuk semua klien privat.

Mesin fax telah muncul sebagai media “cetak” yang yang memungkinkan pesan bisa dikirim secara instan ke mesin fax dan computer lainnya yang dituju. Kehadiran mesin fax  bisa membuka banyak topik, dari stok persediaan obat olahraga hingga pasar peralatan telekomunikasi di Asia. Gazette ini bisa dikirim harian, mingguan, bulanan, atau sewaktu-waktu.

Untuk sebagian tingkat, ini adalah sesuatu yang baru, lebih cepat, dan mungkin lebih murah dalam arti pengiriman newsletter, tetapi itu memungkinkan kesempatan terbuka untuk pendistribusian potongan-potongan yang lebih visual, format lebih kreatif, dan lebih sedikit teratur. Ini berarti newsletter bisa dikirimkan dari computer para pengirim ke daftar orang-orang yang ingin mereka kirimi.

Metode ini juga menawarkan kemungkinan baru pengiriman di tempat di seluruh situasi di mana telepon menawarkan akses yang lebih baik daripada moda transportasi kuno, dan di mana internet bahkan belum ditemukan.

Surat kabar pertama kali dikembangkan sebagai kertas-kertas berita yang luar biasa di Belanda, Britania Raya, dan Perancis untuk membawa berita mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar negeri, seperti Tiga Puluh Tahun Peperangan di Jerman (1618-1648).

Kertas-kertas berita ini, yang disebut corantos, secara besar-besaran tergantikan keberadaannya oleh laporan harian, atau diurnos, yang terfokus pada peristiwa-peristiwa lokal, seperti berita tentang raja dan parlemen antara tahun 1640 hingga 1650 di Britania Raya.

Karakteristik terpenting yang membedakan surat kabar dari buku dan majalah adalah pada pendeknya waktu yang dibutuhkan surat kabar untuk proses produksi dan distribusi. Kecepatan adalah esensi utama dalam pencarian berita, penerbitan, dan penyebaran berita.

Perwajahan media massa, sesuai dengan fungsi dan tujuan penerbitannya, bersifat aktual yang tetap menjawab aspirasi medianya (falsafah, konsepsi) dan karakter sasaran pembacanya.

Meskipun media massa mengemban fungsi : informasi, opini dan hiburan, bentuk sebuah media tertentu sangat beragam tergantung pada penitikberatan arahnya:
• Positioning, identitas yang menjadi ciri media tersebut.
• Sasaran pembaca yang dituju.

Hal tersebut kemudian akan menentukan gaya visual suatu media, tercermin melalui pilihan foto/gambar, headline, cara bertutur dan perwajahannya.
Dua hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan gaya visual/perwajahan media :
Ciri yang tetap dalam perwajahan, agar secara selintas dapat dikenali identitasnya (konstanta). Dalam ciri yang tetap ini dimungkinkan mencapai variasi untuk mengungkap aktualitas isinya, hingga selalu tampak baru (variabel).

Koran “masa hidupnya” lebih pendek dari majalah, hanya sehari. Karena itu koran lebih menekankan pada berita, sedang majalah pada wawasan dan feature. Dengan demikian wajah koran berusaha lebih berteriak baik melalui headline maupun foto, untuk merangsang pembelinya.

Padahal koran hanya terdiri dari 16 halaman (di Indonesia), dan satu halaman koran ditempati oleh berbagai berita, rubrik dan artikel. Yang dianggap penting diletakkan di bagian depan. Masalahnya, bagaimana mengatur teriakan di halaman depan agar tetap terasa prioritasnya tanpa mengurangi kepentingan berita yang lain, dan mengalirkan sisa berita dengan baik ke lembar berikutnya. Majalah lebih leluasa dalam mengatur, karena tiap muka dapat berdiri secara individual. Tiap artikel dapat dirancang secara menarik dan runtun.

Baik koran maupun majalah, menghadapi masalah : mengatur emosi pembaca selama membalik-balik halaman. mengatur irama adalah mengalirkan perasaan pembaca sampai halaman terakhir.

Pada koran, tekanan selalu diletakkan di halaman pertama, halaman tengah (spread) dan halaman terakhir, halaman lain perlu diatur agar kadar menariknya tetap sinambung.

Rubrikasi biasanya ditandai dengan penempatan yang tetap dan desain khusus kepala rubrik. Pada koran penempatan yang tetap sangat membantu pembaca, membina kebiasaan dalam menemukan rubrik favoritnya.

Headline dan subhead pun biasanya ditentukan dengan jenis huruf yang tetap, dan beberapa jenis lain untuk yang khusus. Pada koran, umumnya variant jenis hurufnya lebih sederhana, karena soal waktu dan tekanan kepentingan pada bunyi/verbal katanya. Pada kasus tataletak gaya “circus” memang hal ini relatif, karena keseragaman akan mengurangi keunikan. Yang penting adalah memilih jenis-jenis huruf dan aplikasi yang selaras.

Banner Headline adalah headline yang berukuran sangat besar. Pada koran, biasanya terletak di halaman muka, sedang pada majalah pada awal artikel yang diunggulkan.

Teaser biasanya digunakan dalam majalah pada muka yang hanya berisi bodytext, tanpa head dan foto. Teaser yang merupakan cuplikan dari artikel digunakan untuk menarik pembaca pada artikel tersebut.

Initial, huruf pertama sebuah alinea, saat ini digunakan tidak hanya pada awal artikel. Initial yang disebar pada sebuah artikel dapat mempunyai kesan bahwa artikel tak terlalu panjang/melelahkan untuk dibaca. Selain itu dari segi perwajahan dapat menghidupkan halaman.

 

KARAKTER SURAT KABAR
Merupakan salah satu media penyampai pesan yang mempunyai daya jangkau luas dan massal.
(Rhenald Kasali, 1992)

Surat Kabar bergantung pada:
1. Frekuensi terbit : Seminggu sekali (mingguan), Dua mingguan, Harian, dll.

2. Bentuknya : – Broadsheet, bentuk standar. Memiliki ukuran 8 dan 9 kolom ke samping.
– Young Broadsheet, bentuk baru. Memiliki ukuran 6 dan 7 kolom.
– Tabloid. Biasanya 5 dan 6 kolom dengan tinggi sekitar 35 cm.
* di beberapa negara maju dan di Indonesia sendiri, konsep surat kabar dengan bentuk tabloid (6 kolom-an) sudah ada. Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos Group, berpendapat bahwa untuk membedakan koran atau tabloid tidak melulu dilihat dari ukuran koran atau bentuknya, melainkan dari sifat isi beritanya. Tabloid dari sifatnya tentu saja lebih ringan daripada surat kabar.

3. Sirkulasinya : Nasional atau Lokal/Regional. Nasional bila aspek redaksionalnya dipusatkan di kota besar (bukan hanya ibu kota) yang menjadi markas besar perusahaan penerbitnya dan didistribusikan di seluruh pelosok masyarakat.

4. Sifat dan kategori produk: produk yang biasa dibeli dengan tingkat keterlibatan rendah (low involvement) tidak cocok beriklan di surat kabar. Perlu diperhatikan disini ukuran tampilan iklan dan warna iklan sebagai daya tarik audience.

5. Format isinya/jenis : Ekonomi, politik, olahraga, dsb.

6. Kelas sosial pembaca :
– Highbrow newspaper (quality): surat kabar untuk golongan masyarakat menengah ke atas.
– Boulevard Newspaper (popular): surat kabar untuk golongan masyarakat menengah ke bawah.

Kekuatan Surat Kabar
– Market coverage tinggi. Mampu sampai ke pelosok daerah serta mempunyai distribusi yang fleksibel.
– Harga relatif murah, sehingga mampu dikonsumsi oleh segala lapisan masyarakat.
Comparison Shopping (catalogue product). Kebiasaan audience sebelum belanja selalu memperhatikan koran sebagai referensi.
– Karakter yang kuat, karena memiliki berita-berita yang aktual sesuai dengan perkembangan pemikiran masyarakat yang semakin dewasa.
– Mempunyai target pasar sendiri sesuai dengan khalayak pembacanya.
– Dapat dibeli tanpa harus menjadi pelanggan/eceran.
– Ada ruang beriklan/space yang khusus buat produk.
– Fleksibel ketika menjadi bagian dari iklan produk.

Kelemahan Surat Kabar
Clutter. Tidak beraturan ketika produk dan berita bersanding.
Short life span. Koran dibaca dalam waktu yang singkat dan cepat. Koran hari minggu biasanya lebih berat daripada hari lainnya, karena tingkat membaca lebih cepat daripada hari biasanya.
Limited coverage of certain groups. Meski sirkulasi luas namun tetap saja kelompok pasar tertentu tidak bisa terlayani dengan baik.
– Kualitas cetak buruk. Berpengaruh pada iklan produk yang dibuat.
– Medium statis, karena tidak dilengkapi dengan audio video.
– Sering terjadi kesalahan cetak

 

Karakteristik Surat Kabar

Untuk dapat memanfaatkan media massa secara maksimal dan tercapainya tujuan komunikasi, maka seorang komunikator harus memahami kelebihan dan kekurangan media tersebut. Karakteristik surat kabar sebagai media massa mencakup: publisitas, periodisitas, universalitas, aktualitas dan terdokumentasikan.

Untuk menyerap isi surat kabar, dituntut kemampuan intelektualitas tertentu. Khalayak yang buta huruf tidak dapat menerima pesan surat kabar begitu juga yang berpendidikan rendah.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA CETAK

 

Perkembangan media diawali dengan munculnya media cetak. Inovasi teknologi media memunculkan persaingan yang mengakibatkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Hal ini turut membawa perubahan sosial masyarakat.

Perkembangan teknologi media juga turut mempengaruhi format atau bentuk-bentuk yang muncul di media. Misalkan, dalam bidang periklanan. Dulu, ketika teknologi media cetak belum berkembang, suatu iklan produk dibuat dengan menggunakan teknologi mesin tik, sedangkan gambar-gambar iklan produk tersebut dibuat secara manual dengan menggunakan pena. Bagaimana dengan sekarang? Perkembangan teknologi sekarang memudahkan orang untuk membuat iklan dengan lebih atraktif. Menggunakan teknologi komputer, iklan suatu produk dapat didesain dengan menggunakan grafis dan dicetak menggunakan printer. Akan tetapi, perkembangan teknologi tidak mempengaruhi isi dari apa yang muncul di media. Misalkan, bagaimana isi berita atau iklan tidak ada yang berubah, kecuali bentuk atau formatnya.

 

Penemuan Johannes Gutenberg pada tahun 1455 membawa perubahan signifikan bagi masyarakat, terutama Eropa pada saat itu. Perkembangan media cetak, terutama dalam pembuatan buku, terasa lebih mudah dan murah. Selain itu, buku-buku tidak perlu ditulis ulang dengan waktu yang sangat lama. Dengan begitu, ilmu pengetahuan menjadi lebih cepat berkembang. Karena buku-buku catatan lebih mudah didapatkan masyarakat dan pendidikan pun mejadi lebih merata. Dunia percetakan yang berkembang ini juga mempengaruhi penyebaran agama karena jumlah ketersediaan kitab-kitab suci yang makin banyak. Selain itu, sirkulasi informasi seputar bidang sosial, ekonomi, dan politik juga meningkat seiring dengan perkembangan teknologi percetakan.

 

Perkembangan teknologi media cetak berkaitan dengan perkembangan media cetak itu sendiri seperti surat-surat kabar, koran, majalah, dll. Munculnya majalah-majalah bertemakan politik mewarnai peristiwa Revolusi Amerika saat itu, dan peristiwa-peristiwa penting lainnya yang mempengaruhi sejarah kehidupan masyarakat. Isi dari media cetak memang sejak dulu –hingga kini- banyak dipengaruhi oleh berbagai isu penting mengenai peristiwa yang terjadi. Hal inilah yang memunculkan jurnalisme media cetak. Pada akhirnya, perkembangan media cetak seperti majalah tidak melulu berisikan dunia perpolitikan, namun juga tentang kesenian, kebudayaan, cerita pendek, kesusasteraan, atau artikel-artikel opini. Sebagian dari majalah yang terbit sejak zaman dulu, masih ada yang  bertahan hingga kini karena kepercayaan masyarakat atas kualitas isi media.

 

Surat kabar atau biasa disebut koran merupakan salah satu media jurnalisme cetak berisikan artikel-artikel yang memuat tulisan tentang peristiwa atau berita penting terhangat seputar kehidupan manusia. Kadang-kadang terdapat artikel tertentu pada koran yang isinya mengkritik pemerintahan, entah itu kinerja pemerintah atau baik-buruknya sistem pemerintahan dijalankan. Pada zaman dahulu ketika belum ada freedom of the press dan freedom of the speech, pemerintah begitu mengawasi isi media. Kritik-kritik terhadap pemerintah yang dimuat di artikel akan ditanggapi dengan pemberedelan surat kabar yang memuat tulisan atau penangkapan sang jurnalis. Karena mengkritik pemerintah dianggap merupakan suatu tindakan kriminal. Namun justru artikel-artikel yang memuat kritikan itulah yang dapat membuka mata masyarakat sehingga memungkinkan terjadinya revolusi. Tidak hanya kritikan surat kabar yang bisa mendapat   kecaman dari pemerintah, tapi juga tulisan-tulisan yang memuat dokumen-dokumen penting yang bisa jadi merupakan bukti bagaimana kinerja pemerintah, berbagai skandal dan korupsi pemerintah, atau strategi yang dijalankan pemerintah untuk tujuan tertentu, kesemuanya dipaparkan sesuai dengan dokumen yang dimiliki oleh surat kabar. Berbagai peristiwa penting dunia juga turut mempengaruhi ideologi jurnalisme suatu surat kabar. Perang dingin antara Amerika Serikat yang mengusung liberalisme dengan Uni Soviet dengan paham komunismenya memecah belah berbagai negara di dunia menjadi tiga kubu, yaitu Blok Barat, Blok Timur, dan Blok Netral. Bagaimana isi stau tampilan msing-masing surat  kabar pun berbeda tergantung dari ideologi yang diusung oleh surat kabar tersebut.

 

Perkembangan teknologi media cetak memang memudahkan masyarakat untuk mendapat informasi, namun di satu sisi juga memunculkan suatu masalah baru. Ideologi liberalisme yang berkembang melahirkan adanya freedom of the press, freedom of the speech, dan freedom of expression. Dengan begitu isi dari media yang muncul tidak dapat dikontrol. Padahal media sering memuat peristiwa-peristiwa yang terkait isu-isu penting yang sensitif, seperti agama, suku, dan ras. Selain itu, hal-hal yang dianggap tabu oleh masyarakat, seperti yang berbau seksual misalkan, lebih mudah diakses oleh anak-anak di bawah umur.

 

Jurnalisme media cetak mencapai puncak kejayaannya ketika berbagai majalah dan surat kabar mulai menyertakan fotografi di halamannya untuk menguatkan isi berita yang dimuat. Dengan begitu audience yang menjadi sasaran mereka pun meluas. Hingga pada akhirnya muncul teknologi televisi yang memunculkan jurnalisme media siar sehingga menggeser posisi media cetak.

 

Sebuah perusahaan surat kabar biasanya akan mendapat untung besar jika terdapat tulisan yang memungkinkan menjadi sesuatu yang sensational, atau berpeluang menjadi ‘ramai’ dibicarakan. Peristiwa-peristiwa kriminal, berbagai skandal pemerintah, bencana yang dialami manusia, informasi selebriti, merupakan berita-berita yang sangat sering meramaikan kolom-kolom surat kabar, bahkan hingga di era modern seperti saat ini. Surat kabar juga meliputi berita-berita lokal, nasional, maupun internasional, serta mencakup editorial, opini, kritikan, atau komentar-komentar dari pembaca. Masalahnya adalah jumlah audience dari surat kabar justru menurun di level usia yang lebih rendah. Biasanya anak-anak, remaja, atau anak-anak muda pada umumnya lebih menyukai membaca majalah atau menonton televisi daripada membaca surat kabar.

Sebagai salah satu media massa yang modern, majalah sekarang lebih fokus pada audience yang telah tersegmentasi menurut kepentingan atau interest masing-masing, misalkan majalah olahraga, majalah remaja, majalah khusus wanita, majalah otomotif, majalah bisnis-ekonomi, dsb.

 

Setiap penemuan teknologi media tentunya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Kelebihan dari perkembangan teknologi media cetak, surat kabar khususnya, yaitu dapat meningkatkan pendidikan masyarakat, menurunkan jumlah buta huruf, pendapatan dan kualitas hidup pun meningkat. Selain itu, kemudahan akan mendapat informasi ini menjadikan tingkat pengeluaran lebih rendah.

Teknologi percetakan juga memudahkan siapa saja untuk mengkopi tulisan. Tulisan yang memiliki nilai jual tinggi tentunya menjadi incaran bagi siapapun. Untuk itu dibutuhkan suatu hak cipta yang melindungi pembuiatan setiap tulisan bagi si penulis, sehingga ia tidak perlu khawatir tulisannya dikopi atau dicuri orang lain.

 

Kemajuan teknologi menjadikan media cetak tidak harus berupa kumpulan kertas yang berisikan tulisan. Jurnalisme media cetak, seperti surat kabar, mencapai puncak masa kejayaannya pada tahun antara 1890-1920. Namun, media cetak mulai bergeser di masyarakat ketika muncul teknologi radio yang memunculkan jurnalisme penyiaran. Hal ini terjadi sekitar tahun 1927. Pada tahun 1950an, televisi turut menghangatkan persaingan antarmedia massa

 

 

RADIO

Posted: December 6, 2012 in Perkembangan Teknologi Komunikasi

Sejarah Penemuan dan Inovasi Radio

Sejarah penemuan dan inovasi radio berikut ini saya kutip dari berbagai sumber, termasuk Wikipedia. Rasanya kurang afdol bila kita mengdengarkan radio setiap hari tetapi tidak tahu asal muasal radio itu sendiri.

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dimodulasi (dinaikkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik. Gelombang radio ini berada pada jangkauan frekuensi 10 hertz (Hz) sampai beberapa gigahertz (GHz), dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.

Gelombang elektromagnetik lainnya, yang memiliki frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet, dan cahaya terlihat. Ketika gelombang radio dipancarkan melalui kabel, osilasi dari medan listrik dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Hal ini kemudian dapat diubah menjadi signal audio atau lainnya yang membawa informasi.

Meskipun kata ‘radio’ digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar dan telepon genggam pada umumnya.

Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (dalam bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.

Pada 1878, David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.

Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.

Banyak penggunaan awal radio adalah maritim, untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode Morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang memata-matai armada Rusia pada saat Perang Tsushima pada tahun 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah pada saat tenggelamnya RMS Titanic pada tahun 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dan kapal terdekat, dan komunikasi ke stasiun darat mendaftar yang terselamatkan.

Radio digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan Empat belas Pokok Presiden Woodrow Wilson kepada Jerman melalui radio ketika perang.

Siaran mulai dapat dilakukan pada 1920-an, dengan populernya pesawat radio, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Selain siaran, siaran titik-ke-titik, termasuk telepon dan siaran ulang program radio, menjadi populer pada 1920-an dan 1930-an.

Peran Marconi

Dunia inovasi radio mencatat nama Guglielmo Marconi, sebagai penemu radio. Dia lahir di Bologna, Italia, 25 April 1874. Ayahnya, Giuseppe Marconi asli petani Italia dan ibunya, Annie Jameson adalah anak pemilik Puri Daphne di Irlandia, yang saat itu masuk sebagai wilayah Inggris. Ia bersekolah di Bologna, Florence, dan Leghorn.

Sejak kecil ia sudah tertarik dengan kerja Maxwell, Hertz, Righi, sampai Lodge. Dalam usia 21 tahun, 1895, ia membuat laboratorium di rumah ayahnya, di Pontecchio. Ia mengadakan penelitian soal gelombang radio – saat itu disebut sebagai “Gelombang Hertzian” – untuk mengirim sinyal telegraf. Saat itu telegraf hanya bisa lewat kabel. Ia sudah berhasil mengirim sinyal telegraf untuk jarak sejauh sekitar 2 kilometer. Temuan radio yang praktis sudah di ambang pintu jadi ia minta dukungan Departemen Pos dan Telegraf Italia. Tapi para birokrat Itali tidak tertarik, malah menutup pintu baginya.

Marconi tidak putus asa, setahun kemudian ia menghubungi Dinas Pos Inggris. William Preece, insinyur kepala Dinas Pos Inggris, bersedia bertemu dengannya dan Marconi yang kemudian datang memamerkan kemampuan radio ciptaannya di dataran Salisbury dan, kemudian, menyeberangi Bristol Chanel. Preece pun terkesan, dan Marconi akhirnya mendirikan perusahaan The Wireless Telegraph & Signal Company Limited pada 1897, yang kemudian diubahnya menjadi Marconi’s Wireless Telegraph Company Limited.

Dalam dua tahun, 1899, ia sudah membangun radio antara Prancis dengan Inggris, disusul kemudian antara Amerika dengan Inggris.

Selama satu dekade hingga 1912, ia mematenkan sejumlah temuan untuk menyempurnakan sistem radio yang diciptakannya. Pada tahun 1909 ia mendapat Nobel bidang fisika.

Pada 1914, Marconi dipanggil masuk ke Angkatan Bersenjata Italia. Ia menjadi diplomat Italia ke Amerika pada 1917.

Setelah tidak lagi menjadi bagian pemerintah Italia, ia kembali ke laboratorium. Menjelang Perang Dunia II, tahun 1935, ia mendemonstrasikan temuan terbarunya, yaitu Radar. Dua tahun kemudian, 20 Juli 1937, Marconi meninggal di Roma.

Peran Howard

Edwin Howard Amstrong tercatat sebagai penemu Radio FM. Ia lahir pada tanggal 18 Desember 1890 di kota New York. Ayahnya penerbit buku dan ibunya seorang guru. Pada usia 14 tahun, Amstrong membaca buku telegraf karangan Marconi. Dia sangat kagum dengan Marconi, hanya saja ia ingin menyempurnakan radio ciptaan Marconi. Maka Amstrong pun berniat membuat radio yang bersuara jernih sambil membuat sendiri stasiun radio di rumahnya. Untuk itu, Amstrong masuk Fakultas Teknik Listrik di Universitas Columbia. Ia lulus dan menjadi guru besar dan insinyur listrik.

Pada tahun 1912, Amstrong berhasil membuat sirkuit regeneratif dan sirkuit feedback. Ia juga mempelajari tabung hampa buatan De Forest, yang bernama trioda dan audion. Kemudian, Amstrong menggabungkan penemuannya, dengan tabung hampa buatan De Forest. Hasil dari tabung tersebut keluar suara beribu-ribu kali lebih jelas.

Sayangnya, De Forest menganggap penemuan itu adalah hak miliknya. Mereka memperebutkan hak ciptanya, selama 14 tahun di pengadilan. Akhirnya, De Forest menjadi pemenangnya, karena para hakim tidak memahami ilmu kelistrikan.
Tapi para ilmuwan tetap menganggap Amstrong-lah penemu sirkuit dan FM radio. Ia dianugrahi Medali Franklin dan dijuluki “Bapak Sirkuit”. Pada tanggal 1 Februari 1954, Amstrong meninggal di New York. Ia disetarakan dengan penemu lama, di bidang kelistrikan seperti Amphere dan Bell.

KARAKTERISTIK RADIO
KARAKTERISTIK RADIO

a) Radio Makes Pictures

Rich of Imagination
Radio kaya dengan imajinasi pendengarnya akan penyiar ataupun materi siarannya. Produksi radio yang hanya berupa suara tanpa gambar, justru mampu menciptakan ‘imajinasi’ yang sering membuat pendengar penasaran. contohnya, ketika mendengar suara penyiar, di benak pendengar akan mucul imajinasi tentang sosok sang penyiar sesuai dengan batasan fantasi si pendengar dengan mengolah karakter suara penyiar tersebut.

Theatre of Mind
Radio membuat pendengar membayangkan seolah-olah apa yang didengarnya itu benar-benar terjadi dalam imajenasi mereka. dengan warna bunyi tertentu, intonasi dan aksentuasi dalam teknik announcing mampu membawa imajinasi pendengar untuk mengidentifikasi suasana dan situasi berdasarkan suara yang didengarnya. Secara harfiah, theater of mind berarti ruang bioskop di dalam pikiran. Radio mampu menggugah imajinasi pendengarnya, dengan suara, musik, vokal atau bunyi-bunyian. Imajinasi yang muncul di benak pendengar muncul seketika dan membangun sebuah ruang bioskop yang berbeda-beda di setiap kepala, meski materi yang disampaikan sebuah radio sama. Pendengar punya latar belakang, pengalaman yang beragam. Imajinasi akan tergantung dari latar belakang dan pengalaman tersebut.. Imajinasi ini akan semakin kaya, dengan kepandaian sebuah radio meramu dan meracik suara, musik, vokal dan bunyi-bunyian, menjadi harmoni yang indah. Media massa lain, tidak punya kemampuan sehebat radio dalam memancing imajinasi audiens.

b) Radio Speaks to millions
Pendengar Potensial
Pendengar Aktual
Pesan bersifat umum

Sebagai media komunikasi massa radio didengar oleh banyak khalayak yang tersebar di berbagai tempat.

c) The speed of radio
Immediacy
Now
Fleksibel

Pesan yang disampaikan radio sangat cepat jika dibandingkan dengan koran dan TV . Ketika pesan disiarkan, maka ketika itu juga pesan dapat didengarkan oleh pendengar. Radio selalu menjadi yang pertama dalam menjangkau khalayak dan menjadi media tercepat dalam menyampaikan berita.

d) Radio has no boundaries
Kecuali aturan frekuensi dan area
Lokal

Kecuali dalam hal area dan frekuensi radio tidak memunyai batasan, siapapun boleh mendengarkan, kapanpun dan dimanapun.. Radio dapat menjangkau hampir seluruh warga negara dalam masyarakat, setiap waktu, gi setiap tempat, dan melibatkan siapa saja (bahkan orang buta huruf).

e) The simplicity of radio
Tidak rumit pengoperasiannya
Pesannya: bahasanya sesederhana mungkin(Short and simple) dan easy listening, alur logika tidak rumit.
Pesawat radio mudah dibawa.

f) Radio is cheap
Dari sisi Pengelola
Dari sisi Khalayak
Radio adalah media elektronik termurah, baik pemancar maupun penerimanya. Ini berarti terdapat ruang untuk lebih banyak stasiun radio dan lebih banyak pesawat penerima dalam sebuah perekonomian nasional. Dibandingkan dengan media lain, biaya yang rendah sama artinya dengan akses kepada pendengar yang lebih besar dan jangkauan lebih luas kepada kaum minoritas. Jadi, radio termasuk media yang tidak mahal. Hal ini memungkinkan lebih banyak pengulangan ‘reach’, frekuensi dan kesempatan mendengar lebih tinggi, dan itu semua membuat benyak iklan yang masuk. Selain itu untuk dapat mendengarkan siaran radio tidak diperlukan biaya yang mahal, harga pesawat radio dewasa ini juga semakin terjangkau dan kita tidak perlu membayar lagi untuk mendengarkan siaran radio.

g) Radio as background
Pendengar radio tidak tetap di depan layar, seperti halnya menonton televisi. Ini berarti mendengar radio dapat dilakukan sembari melakukan hal-hal lainnya, berpindah tempat, tetapi tetap dengan konsentrasi tinggi. Ini berarti lebih banyak waktu yang dapat dihabiskan untuk mendengarkan sementara pekerjaan-pekerjaan lain diselesaikan. Ini juga berarti bahwa makin banyak pendengar dijangkau sementara mereka bekerja.

h) Radio is selective
Pesan yang akan disampaikan pada pendengar dipilihkan
Otoriter!!

Dalam menyampaikan pesannya, radio bersikap otoriter karena merupakan komunikasi searah. Artinya pendengar tidak bisa memilih jenis siaran tertentu pada satu stasiun radio ( acara sudah diatur berdasarkan urutan waktu). Namun program yang disiarkan merupakan progam yang sudah dipilihkan untuk pendengarnya.

i) Radio lacks space
Luasnya ruang di surat kabar tidak sama dengan durasi waktu di radio. Radio hanya sekilas dengar, pesan yang terlewatkan tidak akan bisa diulang kembali. Hal ini yang mengharuskan pesan di radio di kemas dengan bahasa yang sederhana dan menarik.

j) The personality of radio
Hampir setiap radio punya kelompok pendengar. Istilah kerennya fans club. Sebaliknya, sangat jarang ada koran atau tv, yang punya fans club. Jarang juga kita dengar ada acara off air atau copy darat atau jumpa fans antara presenter televisi atau pengelola media cetak dengan pemirsa/pembacanya. Tetapi hapir semua radio, melakukan hal itu secara rutin.
Pendengar radio juga seringkali terobsesi dengan penyiar kesayangannya. Pokoknya, ngefans berat. Kapanpun si suara emas siaran, sang pendengar setia ini akan menyimaknya, dengan imajinasi seolah-olah si dia ganteng banget atau cantik sekali. “Suaranya empuk dan merdu sekali. Pasti wajahnya pun demikian”, begitu pikir mereka. Padahal, seringkali terjadi yang sebaliknya. Hal itu menunjukkan bahwa pendengar punya kedekatan emosional dengan radio yang disimaknya. Sehingga, mereka sangat percaya dengan radio tersebut. Apapun yang dilakukan oleh radio itu, akan diikutinya.Apapun yang diinformasikan oleh radio favoritnya, pasti dipercayainya. Sifat personal semacam inilah yang tidak dimiliki oleh media selain radio. Mana ada pembaca yang ngefans berat dengan seorang wartawan? Jarang pula, ada penonton yang tergila-gila dengan pembaca berita/presenter, seperti kepada penyiar radio? Jarang juga ada pemirsa televisi yang rutin mengirim kue untuk penyiar kesayangannya, suatu hal yang lumrah terjadi di radio. Sifat personal ini didukung pula oleh kemudahan pendengar berinteraksi dengan penyiarnya. Mereka bisa setiap saat berkomunikasi dengan surat, kartu pos, sms atau telepon. Dan langsung diudarakan. Rasanya, hmm… seakan-akan melayang di udara.Maka, ketika Anda memanfaatkan radio untuk bisnis Anda, jangan sampai lupa sifat personal radio. Pendengar sudah punya hubungan yang erat dengan radio tersebut secara personal, mungkin sangat emosional. Seorang pendengar akan hafal nama-nama penyiar, kebiasaan mereka, kapan mereka siaran dsb. Manfaatkanlah unsur kedekatan itu, dengan muatan yang sesuai. Selain itu, radio juga memiliki cirri khas masing- masing untuk menarik hati pendengar. Ciri khas itu bisa jadi mewakili karakter masyarakat dengarnya.

k) Radio has music

Tak ada radio yang bisa lepas dari musik. setiap radio selalu memutar dan mengikutsertakan musik dalam program siarannya. Sekalipun radio “Elshinta” yang bertemakan News and Talk juga menggunakan musik sebagai opening jingle ataupun closing jingle dalam program siaran mereka. Karena, musik adalah salah satu kekuatan radio selain sound efect dan kata-kata.

l) Radio for individual
Person to person
Akrab
Pesan yang disiarkan oleh radio didengarkan khalayak ramai. Meskipun demikian radio mempunyai karakteristik sendiri, yaitu radio akrab di telinga dan di hati pendengarnya. Maka bagi setiap penyiar diharuskan menyapa pendengarnya dengan kata ganti orang kedua tunggal ( kamu, loe, anda, dsb.), agar pendengar merasa akrab dengan si penyiar dan stasiun radio yang bersangkutan. Karena pendengar merasa penyiar tersebut

Karakteristik Radio

{ April 4, 2009 @ 10:17 am } · { iLmu Komunikasi, sakha-hi-yank }

Radio memiliki karakteristik khas yang membedakannya dengan media massa lainnya. Karakteristik radio antara lain:

1. Auditori. Radio adalah “suara”, untuk didengar. Karenanya isi siaran hanya sepintas lalu dan tidak dapat diulang.

2. Transmisi. Prosesnya disampaikan kepada pendengar melalui pemancaran (transmisi).

3. Mengandung gangguan. Seperti timbul tenggelam (fading) dan gangguan teknis “channel noise factor”.

4. Theatre of Mind. Siaran radio merupakan seni memainkan imajinasi pendengar melalui kata dan suara. Radio menciptakan gambar (makes pictures) dalam imajinasi pendengar dengan kekuatan kata dan suara. Pendengar bisa membayangkan apa yang dikemukakan penyiar. Bahkan, pendengar bisa berimajinasi tentang sosok penyiar tersebut.

5. Identik dengan musik. Radio adalah sarana hiburan termurah dan tercepat sehingga menjadi media utama untuk mendengarkan musik.

Karakteristik Radio Berita

By Editor | Published: March 17, 2011

Berbeda dengan media massa lainnya radio meski sudah berumur panjang dan sepertinya kalah oleh televisi namun masih memiliki karakter sendiri. Apalagi dengan perkembangan musik radio hiburan sangat populer di kalangan remaja dan segmen pencinta musik.

Speed and simplicity

Radio disebut merupakan medium yang terbaik ketika siaran langsung atau bereaksi terhadap sesuatu kejadian yang sedang belangsung. Karena masalah teknis yang relatif mudah, radio dalam beberapa detik sejak kejadian bisa langsung mengudara, jurnalisnya juga bisa berada di lapangan melaporkan langsung hanya dalam beberapa menit peristiwa. Dengan menggunakan telepon seluler dia bisa berbincang dengan presenter di studio, jurnalis radio juga bisa mencari nara sumber langsung di tempat kejadian secara hidup. Televisi mungkin harus memerlukan persiapan dan media onlinenya juga hanya bisa berupa teks. Radio hadir secara hidup di telinga pemirsanya.

Making Pictures

Radio merupakan medium terbaik untuk merangsang imajinasi, demikian tulis Paul Chantler and Peter dalam Basic Radio Journalism. Dengan demikian seorang jurnalis radio bisa dengan cepat ke tempat kejadian dan melukiskan peristiwa langsung kepada para pendengar. Seorang jurnalis radio dengan kata lain menggunakan cara yang sangat ampuh yakni kedekatan dengan pendengar dan kekuatan mencitrakan.

Person-to-person

Sudah menjadi sebuah pemahaman dasar bahwa radio merupakan medium yang sangat pribadi, sangat dekat dengan telinga pendengar. Oleh karena itulah penyiar sering berbicara secara akrab menyapa para pendengarnya. Dan pemirsa juga merasa dirinya disapa secara langsung sehingga terdapat semacam ikatan batin untuk mendengarkan informasi. Oleh karena itulah dalam prinsip penyiaran informasi diberikan tidak secara massal tetapi secara personal, secara pribadi dengan menyapa langsung pendengarnya. Seorang presenter atau jurnalis di lapangan membayangkan dirinya sedang bercakap-cakap dengan seseorang seperti halnya kita sedang ngobrol berhadapan di sebuah kedai kopi sambil asyik. Satu lagi karakteristik radio yang unggul dengan media lainnya adalah suara yang didengarkan dari lapangan bisa penuh emosi, apakah itu emosi kebahagiaan, kemarahan atau tertawa gembira.

Localness

Kekuatan terbesar berita penyiaran di radio lokal ataua memberikan rasa keterlibatan pendengar setempat kepada radio tersebut. Berita di sekitar tempat dimana radio itu berada juga akan memberikan tempat di hati pendengar betapa dekatnya stasiun radio itu kepada mereka. Namun demikian tetap saja berita-berita yang terjadi di dunia lebih luas perlu diketahui oleh pendengar lokal. Sebuah kecelakaan kereta api misalnya dengan korban banyak akan memberikan konteks keselamatan para penumpang dimana banyak orang menggunakan angkutan umum ini.

Perkembangan Radio dulu dan sekarang

Tulisan ini sebenarnya tugas dari Earlya Fevri, Sana Addini, Syifa Kamila dan Zahra Meilia, siswi kelas VII / SBI-1 yang diambil dari berbagai referensi. Tulisan ini menjelaskan Sejarah, Peranan dan Fungsi, Keuntungan dan Dampak Negatif Radio. Semoga dapat bermanfaat….

Sejarah

Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada tahun 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik berdasarkan hasil kerja penelitian yang dikerjakan antara antara 1861 dan 1865.

Untuk pertama kalinya, Heinrich Rudolf Hertz membuktikan teori Maxwell yaitu antara 1886 dan1888, melalui eksperimen. Dia berhasil membuktikan bahwa radiasi gelombang radio memiliki sifat-sifat gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan (dirumuskan) ke dalam persamaan gelombang.

Peranan dan Fungsi Radio dalam Kehidupan Sehari-hari

Radio (istilah secara umum) dalam kehidupan sehari hari digunakan sebagai sarana penyampai informasi. Suara yang kita dengar dari pesawat radio merupakan perubahan bentuk energi elektromagnetik dari gelombang radio yang ditangkap oleh pesawat radio, kemudian diubah melalui loudspeaker (pengeras suara) menjadi energi bunyi sehingga bisa kita dengar.

Suara yang kita dengar dari pesawat radio bisa berisi tentang hiburan, misalnya musik, humor serta berita dan berbagai informasi lainnya.
Jadi penyebutan istilah RADIO pada umumnya masih rancu. Pengertian pertama adalah: alat/pesawat untuk mengubah gelombang radio menjadi gelombang bunyi/suara. Sedang pengertian lainnya adalah gelombang radio yang merupakan bagian dari gelombang elektromagnetik.

Keuntungan dari Radio

Dapat menjangkau hampir seluruh warga negara dalam masyarakat, setiap waktu, setiap tempat, dan melibatkan siapa saja (bahkan orang buta huruf) serta di mana saja.
Pendengar radio tidak harus tetap berada di depan pesawat radionya, tidak seperti halnya menonton televisi.

Ini berarti mendengarkan radio dapat dilakukan sembari melakukan hal-hal lainnya, berpindah tempat, tetapi harus tetap dengan konsentrasi tinggi. Hal ini berarti lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk mengerjakan hal-hal lainnya, sambil dapat mendengarkan/ menikmati suara radio. Ini juga berarti bahwa makin banyak pendengar yang dapat dijangkau sementara mereka masih tetap dapat bekerja sesuai tanggung jawab pekerjaannya.

Radio adalah media elektronik termurah, baik pemancar maupun penerimanya. Ini berarti terdapat ruang untuk lebih banyak stasiun radio dan lebih banyak pesawat penerima dalam sebuah perekonomian nasional. Dibandingkan dengan media lain, biaya yang rendah sama artinya dengan akses kepada pendengar yang lebih besar dan jangkauan lebih luas kepada kaum dengan tingkat ekonomi yang rendah.

Dampak Negatif dari penggunaan Radio

1. Radiasi gelombang radio dapat menimbulkan induksi gelombang elektromagnetik.
2. Induksi gelombang elektromagnetik dapat mempengaruhi ion positif dan ion negatif di sekeliling pancaran radiasinya.
3. Di dalam tubuh manusia, terkandung ion-ion yang bermuatan positif maupun negatif.
4. Muatan (ion) positif dan negatif di dalam tubuh terjadi keseimbangan apabila tidak mendapat pengaruh terutama dari radiasi gelombang elektromagnetik.
5. Apabila pengaruh radiasi tersebut melebihi batas ambang yang dapat diterima oleh tubuh manusia, maka akan terjadi ketidakseimbangan muatan (ion) di dalam tubuh manusia yang akan berakibat pada terganggunya fungsi-fungsi organ tubuh atau metabolisme dalam tubuh manusia.
6. Apabila hal ini terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang lama maka kesehatan orang tersebut akan terganggu (sakit).

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI RADIO 

1896 Marconi develops transmisi radio. Radio jaman dahulu merupakan salah satu sarana penyampaian berita atau informasi dari satu tempat ke tempat lain. Pada tahun 1896, Marconi menemukan transmisi radio yang kelak menjadi bagian dari bisnis. Tahun 1912, pada kejadian “Titanic” yang menggemparkan dunia, telegraph dengan kode morse yang menggunakan Marconi’s wireless system, digunakan untuk menyampaikan berita.Reginald Fesseden mencoba broadcast suara dan music melalui gelombang radio pada tahun 1906 dan pada tahun 1920 Frank Conrad memulai broadcast regular pada tahun 1930-1940, program-program selain musik sudah mulai diputar di stasiun radio.1950, Sitcom seperti drama, quiz, opera sabun, alam, dan superhero dipindahkan ke televisi. Tahun 1960, FM radio sudah mulai dikenal, FM memiliki suara yang bagus dan lebih banyak stasiunnya, seperti beberapa stasiun bisa dijangkau dalam satu frekuensi.Pada tahun 1992 di Amerika Serikat, dimulainya revolusi siaran radio berbasis satelit. Badan pengatur telekomunikasi di AS mengalokasikan sebuah spektrum di band frekuensi “S” ( sekitar 2,3 GHz ) untuk siaran nasional (di AS) berbasis satelit dengan menggunakan audio digital. Hanya ada 4 perusahaan yang mengajukan diri untuk mendapatkan ijin siaran. Tahun Tahun 1997, FCC memberi izin kepada: CD Radio (yang berganti nama menjadi Sirius Satellite Radio) dan American Mobile Radio (yang berganti nama menjadi XM Satellite Radio).

Hingga tahun 2003 kemudian dibuat puluhan model penerima radio XM yang diproduksi oleh enam perusahaan elektronika utama pendukung hadirnya XM Radio. Yaitu : Pioneer Electronics, Sony Electronics, dan Alpine Electronics. Penerima-penerima Xm ini membuat pelanggang dapat menerima siaran digital kualitas tinggi di seluruh AS. XM Radio memancarkan 101 saluran yang berisi program acara: musik, berita, wawancara atau talk show, olahraga, komedi, dan acara anak-anak. Ke-101 saluran itu dipancarkan bersama-sama ke satelit. Para pelanggan dapat menerima langsung dari satelit atau melalui stasiun pengulang (repeater) yang ada.

Internet Radio’s Technology — Radio internet dimulai dari ekperimen tahun 1993,  menggunakan teknologi awal seperti MBONE (IP Multicast Backbone di Internet).  Sejak tahun 1995 semakin banyak stasiun radio yang mulai menempatkan sinyalnya di situs internet, tetapi kebanyakan satsiun radio secara penuh terpisah dari radio yang disiarkan dan dapat didengar hanya melalui internet.  Ratusan stasiun radio mengudara melalui situs seperti Yahoo!, dengan alasan agar lebih dijangkau oleh pendengar.  Banyak radio internet (yang hanya ada di internet) tidak dapat ditemukan di udara.  Radio internet dengan kualitas suara bening hanya dapat dinikmati jika anda mempunyai hubungan internet yang cepat dan bagus.  Sejak ditemukannya koneksi internet tanpa kabel, mendengarkan radio internet di mobil, di handphone atau melalui perangkat stereo menjadi memungkinkan.

 

Setiap budaya pasti saling memberikan pengaruh budayanya terhadap individu-individu dan bagaimana penyandian kembali lagi dan penerimaan pesan di tiap budaya, terlihat saling memberikan respon penyandian balik komunikan terhadap komunikator, yang menggambarkan 3 budaya yang berbeda, lalu dengan bentuk geometric yang berbeda.

Antara budaya A dan budaya B mempunyai kesamaan budaya yang masing-masing di tandai dengan ciri-ciri yang hampir sama. Tetapi budaya A dan B sangat jauh bila di bandingkan dengan budaya C, karena ciri-ciri budaya C memiliki karateristik yang berbeda.

Artinya adalah beberapa tiap-tiap individu akan terbentuk berkomunikasi dari budaya asalnya. Didalam budaya tersebut juga sama-sama mempengaruhi tiap individu dengan cara yang sedikit sama tetapi tetap berbeda cara penyampaiannya. Itu karena menunjukan 2 hal yaitu. Pertama, adanya pengaruh dari budaya lain yang masuk kedalam proses komunikasi budaya tersebut. Kedua, budaya memang mempunyai kekuatannya yang berbeda untuk mempengaruhi tiap individu, karena tiap orang di suatu budaya pun mempunyai sifat yang berbeda.

Contohnya tiap budaya pasti akan mengirimkan pesan-pesan yang penyandiannya akan diberikan sesuai dengan penyandian dari asal budaya. Terjadilah pengiriman pesan dari tiap budaya, pesan tersebut berisi tentang makna yang dikehendaki oleh penyandi (encoder). Saat pesan budaya A disampaikan kepada budaya B dengan cara yang sama tetapi saat penyandian balik terjadi perubahan yang berbeda itu karena pengaruh dari budaya B sebagai (decoder) yang telah menjadi bagian dari pesan.Maka dari itu pesan yang asli dari budaya A akan berubah saat diterima dan penyadian balik oleh budaya B dalam komunikasi antar budaya, oleh karena sifat dan perilaku komunikatif yang dimiliki oleh decoder tidak menganudng makna budaya yang sama terhadap encoder.

Dalam teori Poter & Samover ingin memberitahu bahwa terdapat banyak warna dan bentuk yang sangat banyak didalam komunikasi antarbudaya. Komunikasi antarbudaya terjadi dalam banyak ragam situasi dari interaksi-interaksi antara individu-individu yang berbeda secara ekstrem sehingga interaksi-interaksi yang mempunyai budaya dominan yang sama tetapi mempunyai tata cara/kebiasaan (subkultur) dan suku-suku/adat istiadat (subkelompok) yang berbeda.